Nekat, Pelajar asal Lampung Curi Motor di Serang

SERANG – Aksi pencurian sepeda motor di Kota Serang kembali terjadi. Kamis (28/6) malam, polisi mengamankan AJ (17), seorang pelajar kelas XI SMAN 1 Jabung, Lampung Timur yang nekat mengambil motor ‎KLX nopol A 3202 CM warna hitam milik Celi Adi‎lah Putra (23)‎, warga Perumahan Graha Asri Blok F2 nomor 7, Kota Serang. “Betul, kita sudah amankan pelaku pencurian sepeda motor. Pelakunya masih berstatus pelajar di SMA Lampung,” kata Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Richardo Hutasoit kepada Radar Banten, Minggu (1/7).

Aksi AJ bermula saat pelaku berlibur di rumah orangtuanya di Lingkungan Asoka, RT/RW 02/09, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Alih-alih mengisi waktu libur sekolah, AJ diduga sudah merencanakan aksi pencurian itu sejak berangkat dari Lampung sekira empat hari yang lalu. “Pelaku memang mengakunya baru kali ini saja ‎mencuri. Motifnya karena kepepet pengen nyari uang. Tapi, berdasarkan penelusuran, kita curiga dia sudah sering melakukan hal tersebut (mencuri motor),” ujar Richardo.

‎Dugaan itu diperkuat karena pelaku terbilang piawai dalam melancarkan aksinya. Pelaku sudah menyiapkan kunci T yang ia bawa dari Lampung, sebagai alat untuk mencuri motor setibanya di Kota Serang.

Dalam melancarkan aksinya, AJ tidak sendiri. Pelaku bersama teman kelasnya di SMAN 1 Jabung berinisial DD, mulai menyasar sejumlah perumahan yang dianggap sepi. Hingga Kamis sekira pukul 17.30 WIB, AJ beserta temannya melihat sepeda motor milik Celi Adi‎lah Putra yang terparkir di depan rumah yang dalam keadaan sepi. “Kediaman korban saat itu sepi, ditinggal keluar sama pemilik rumah karena kebetulan mau solat magrib,” tutur Richardo.

Setelah memastikan kondisi aman, AJ beserta DD kemudian melancarkan aksinya. Menggunakan kunci T, pelaku lalu menjebol kontak sepeda motor korban dan segera membawanya pergi ke tempat aman. Namun belum sempat ‎mengamankan motor curian, nasib sial dialami pelaku. Di tengah perjalanan tepatnya di depan Alfamidi Ciracas, Kota Serang, motor curian yang hendak dibawa ke arah Kepandean itu mesinnya mati.

Saat itu juga, dari arah berlawanan, korban yang dibonceng temannya melihat motornya dibawa oleh orang lain. Melihat hal ini, korban belum menaruh kecurigaan apapun. Namun, setibanya di rumah, korban shock lantaran motornya raib dari tempatnya semula. ‎”Setelah korban memastikan motor yang dilihatnya itu benar punya dia, korban langsung balik lagi ke tempat tadi. Setibanya di situ, pelaku masih ada. Motor curian itu posisinya lagi distep sama teman pelaku,” ungkap Richardo.

Karena khawatir kabur, ‎korban langsung menabrakan motor yang ia bawa ke motor yang dibawa pelaku DD. AJ langsung tidak bisa berkutik lari kemana-mana setelah dikepung korban dan teman-temannya. Sementara DD, berhasil melarikan diri. “Saat itu warga juga langsung ramai. Khawatir main hakim sendiri, pelaku langsung kita amankan. Kebet‎ulan di sana, ada anggota kita sedang patroli. Jadi, bisa kita amankan dari amukan warga,” kata Richardo.

‎Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Serang. Pihak keluarga pelaku di Kecamatan Kasemen juga sudah diberi informasi atas peristiwa tersebut. “Begitu kejadian, orangtuanya kita telepon. Dia ini kan sekolah di Lampung ikut sama kakeknya. Sementara bapaknya, tinggal di sini dan kerja jadi buruh pabrik di Serang,” terang Richardo.

Sedangkan pelaku lain berinisial DD, hingga kini masih buron dan dalam pengejaran polisi. “Pelaku ini ngakunya diajak sama temannya yang sekarang buron. Tapi, kita terus lakukan pengembangan,” ucap Richardo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,‎ pelaku diancam pasal 363 ayat (4-5) KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Namun, karena kondisi pelaku masih di bawah umur, dia mendapatkan pengurangan sepertiga dari ancaman maksimal hukumannya. “Sesuai UU Perlindungan Anak, jika pelaku kejahatan masih di bawah umur, dia mendapat keringanan potongan sepertiga dari ancaman hukuman awal,” pungkas Richardo. (Rifat A/RBG)