Nelayan di Tirtayasa Gunakan Aplikasi Laut Nusantara untuk Deteksi Ikan

Perwakilan nelayan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten menunjukkan aplikasi Laut Nusantara usai mengikuti sosialisasi.

SERANG – Memanfaatkan program pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rl di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Rabu (5/8), tim PT XL Axiata Tbk mengenalkan penggunaan aplikasi digital Laut Nusantara untuk nelayan.

Aplikasi yang dapat diakses gratis oleh nelayan ini mampu memberikan informasi lokasi akurat posisi ikan di laut.
 
“Aplikasi Laut Nusantara ini akan menjadi sarana yang bisa membantu memperingan beban kerja nelayan dalam menangkap ikan,” kata Region Group Head XL Axiata Jabodetabek & Kalimantan Francky Rinaldo Pakpahan dikutip dari siaran pers.

Sedikitnya ada 100 orang nelayan yang mengikuti sosialisasi pemanfaatan aplikasi Laut Nusantara. Mereka mendapatkan paparan mengenai manfaat dari teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja. Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, yang selama ini tidak bisa mereka perkirakan. Teknologi digital yang didukung data satelit mampu memberikan data-data ini.
 
Aplikasi Laut Nusantara memberikan data-data yang akurat mengenai berbagai kebutuhan nelayan selama melaut, termasuk lokasi keberadaan ikan, data cuaca terkait kecepatan angin dan kondisi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar.
 
Melalui program pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan yang diinisiasi oleh KKP, masyarakat nelayan di Desa Lontar juga diberikan pelatihan kewirausahaan untuk mampu meningkatkan perekonomian mereka. KKP juga memfasilitasi nelayan di Desa Lontar dalam mengakses permodalan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka melalui Gerai Pendanaan Nelayan. Melalui gerai ini, diharapkan nelayan dapat memiliki wawasan yang luas mengenai akses permodalan melalui Lembaga Keuangan bagi mereka sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka.
 
Tak hanya terbatas pada nelayan, Program Pemberdayaan Nelayan di Kabupaten Serang juga menyasar kepada keluarganya (istri/putri nelayan) melalui pengembangan dan diversifikasi usaha. Para istri nelayan diberikan pelatihan pengolahan ikan dan rumput laut hingga ke tahap pemasaran sesuai dengan potensi yang ada disana guna meningkatkan nilai tambah hasil perikanan bagi nelayan dan keluarganya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan Mata Pencaharian Alternatif (MPA) bagi keluarga nelayan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga nelayan serta mengurangi ketergantungan terhadap hasil laut suaminya ketika musim paceklik.
 
Bersamaan dengan acara pengenalan aplikasi Laut Nusantara, XL Axiata juga memberikan bantuan akses internet bagi anak-anak nelayan agar bisa leluasa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang ini ada lebih dari 300 anak usia sekolah, dari mulai SD hingga SMA atau SMK. Bantuan diwujudkan berupa perangkat router yang dapat digunakan untuk mengakses internet berbarengan hingga 32 perangkat sekaligus, serta paket data sebesar 20 GB setiap bulan selama 1 tahun.
 
Router ditempatkan di sebuah bangunan yang bisa dipakai untuk pertemuan warga, yang terletak di sekitar tempat pelelangan ikan Desa Lontar. Anak-anak biasa mengakses internet secara beramai-ramai duduk di lantai bertikar di tempat itu semenjak ada PJJ karena kualitas sinyal yang cukup baik. Karena itu, XL Axiata juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Serang yang mengelola tempat tersebut.

Head of Sales XL Axiata Banten Area, Tom Dedi memantau langsung pemasangan fasilitas tersebut.
 
Seperti yang terjadi di daerah lain, setidaknya ada tiga kendala yang para pelajar tersebut hadapi untuk bisa mengikuti PJJ, yaitu terkait kualitas sinyal untuk akses internet, kemampuan orang tua untuk membeli paket data, serta kepemilikan smartphone.
 
“Kami tergerak untuk sekalian membantu para pelajar di Desa Lontar ini agar mudah mendapatkan akses internet untuk bisa mengikuti PJJ. Apalagi, kami juga telah membantu orang tua mereka melalui program aplikasi Laut Nusantara. Melalui dukungan dalam bentuk router ini kami mencoba untuk mendukung akses internet dan sekaligus meringankan beban untuk membeli kuota data. Semoga fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk PJJ oleh para anak-anak nelayan di Desa Lontar,” papar Tom Dedi. (aas)