Nelayan Protes Reklamasi di Kawasan Industri Wilmar

SERANG – Ratusan warga Kecamatan Bojonegara memprotes kegiatan reklamasi oleh Kawasan Industri Wilmar di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu. Reklamasi dinilai merugikan nelayan Bojonegara.

Protes diluapkan dengan aksi pada Minggu (13/10). Warga menunggangi puluhan perahu nelayan sambil membentangkan spanduk penolakan di perairan Desa Terate.

Salah satu peserta aksi, Suherman mengatakan, aksi sebagai bentuk protes nelayan atas kegiatan reklamasi di Kawasan Industri Wilmar. Menurutnya, reklamasi sudah merugikan nelayan. “Intinya, kita menolak reklamasi,” tegasnya kepada Radar Banten.

Suherman mengaku, sudah menerima banyak keluhan nelayan terkait keberadaan reklamasi, khususnya nelayan Desa Pangsoran, Kecamatan Bojonegara, karena jumlah tangkapan ikan menurun drastis.

“Kalau di Terate kebanyakan nelayan kapal besar, di Bojonegara kapal kecil yang jarak tempuhnya tidak jauh,” jelasnya.

Menurunnya hasil tangkapan ikan, menurut Suherman, berdampak pada pendapatan nelayan. Sementara, masyarakat Desa Pangsoran hampir 85 persen berprofesi sebagai nelayan. “Yang biasanya satu hari pendapatannya Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, sekarang cuma Rp30 ribu,” keluhnya.

Suherman mengklaim, masyarakat tidak menolak kedatangan investor di wilayahnya. Namun, para investor harus memperhatikan dampak lingkungan masyarakat sekitar. “Reklamasi sekarang sedang berjalan. Rencananya untuk dermaga kapal akan dibangun sampai tiga kilometer,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya Anton Susilo mengatakan, pihaknya sudah menyurati manajemen Kawasan Industri Wilmar dan Pemprov Banten terkait persoalan tersebut, tetapi belum mendapat respons. “Dampak dari reklamasi itu radius tangkapan ikan nelayan semakin jauh,” katanya.

Sementara itu, sejumlah tim Humas Kawasan Industri Wilmar yang dihubungi Radar Banten hingga tadi malam belum bisa merespons dan tidak menjawab panggilan telepon Radar Banten. (jek/zai/ira)