Nelayan Terate Jadi Korban Penyelundupan Lobster di Lampung

0
2861

SERANG – Tiga nelayan Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu menjadi korban kasus penyelundupan anak lobster di Lampung. Ketiganya kini ditahan di Polda Lampung.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terate Muhamad Toha mengatakan, ketiga nelayan itu yakni bernama Arifin, Marwan, dan Juher. Mereka sehari-hari berprofesi sebagai nelayan di Desa Terate.

Toha menceritakan, kejadian itu bermula saat ketiganya mendapatkan tawaran mengantar rombongan ke Lampung pada 6 Mei 2021. Mereka dijanjikan bayaran Rp4 juta.

Saat itu, ketiga nelayan diberitahu bahwa akan mengangkut sebanyak 20 penumpang dengan barang bawaan berupa ikan asin. “Karena ini tawaran jasa antar, nelayan kami menyanggupi,” katanya kepada Radar Banten di Balai Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Rabu (9/6).

Kemudian, di hari yang sama langsung melakukan pemberangkatan pada malam harinya. Namun, hanya tiga orang penumpang yang harus di antar dengan barang bawaan 20 box.

“Nelayan kami taunya itu ikan asin, karena dari awal juga dibilangnya begitu. Pas masukin barang ke kapal juga nelayan kami ada yang sedang beli bensin, ada yang mempersiapkan yang lainnya, tau-tau barang sudah di perahu saja,” ujarnya.

Tanpa rasa curiga, ketiga nelayan itu langsung mengantarkan tiga penumpang dengan barang bawaannya. Namun, sesampainya di Lampung, mereka disergap oleh Polairud Polda Lampung. “Ternyata di dalam box itu anak lobster, bukan ikan asin,” ucapnya.

Namun, kata dia, dari penangkapan itu hanya tiga nelayan yang dilakukan penahanan. Sementara, untuk tiga penumpang lainnya dilepaskan. “Ini kan ada unsur ketidakadilan, nelayan kami juga jelas-jelas tidak bersalah,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Toha, total nilai anak lobster yang diselundupkan senilai Rp33 miliar. “Masa iya nelayan biasa yang awam ikut bisnis seperti itu,” ucapnya.

Dikatakan Toha, Pemerintah Desa Terate saat ini sedang melakukan upaya untuk memberikan bantuan hukum untuk ketiga warganya itu. “Kepala Desa sudah menyiapkan tim pengacara untuk kasus ini,” pungkasnya. (Abdul Rozak)