SERPONG – Sempat mengalami kritis selama beberapa jam, akhirnya nenek yang ditemukan bersimbah darah itu akhirnya meninggal dunia, Minggu (13/8) sekira pukul 20.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Tangsel Alexander Yuriko membenarkan informasi tersebut, Senin (14/8). Korban diketahui bernama Elih, berusia 73 tahun yang tak memiliki sanak saudara dan rumah.

Selama ini, korban kerap beraktivitas di sekitar pos milik Ormas Pemuda Pancasila di Lengkong Karya, Serpongutara yang juga merupakan tempat kejadian perkara.

Alex menuturkan, berawal dari laporan Efendi Ketua RT 006, RW 002, Kelurahan Lengkongkarya, bahwa ada seorang nenek terjatuh. ”Ketua RT ini lapor ke kelurahan, ternyata nenek itu sudah bersimbah darah,” kata Alex.

Pihak kelurahan akhirnya melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Lengkongkarya. Dan, selanjutnya nenek Elih yang pada saat itu kondisinya masih sekarat akhirnya dievakuasi ke Rumah Sakit Medika, Serpong.

”Sampai di rumah sakit, baru diketahui ada beberapa luka. Semuanya bekas sabetan senjata tajam. Kemudian dipindah ke RSUD Tangerang, selanjutnya pukul 20.00 dinyatakan meninggal,” kata Alex.

Saat ini, polisi masih berusaha mengungkap motif yang menyebabkan nenek Elih terluka lalu meninggal. ”Kita sudah lakukan koordinasi dan penelusuran terhadap kasus ini,” kata Alex.

Sebelumnya nenek Elih ditemukan bersimbah darah di pos milik ormas Pemuda Pancasila di Lengkongkarya, Serpongutara, Minggu (13/8) sekira pukul 10.00. Penemuan ini sempat bikin heboh warga. Kondisi sang nenek cukup mengenaskan. Pergelangan tangan kirinya putus. Sedangkan pergelangan tangan kanan nyaris putus. Ada juga dua luka di paha kanan dan satu luka di pinggang kanan bekas sabetan senjata tajam.

Sekjen Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Cabang Tangsel Iwan Pristisya mengatakan, nenek tersebut memang kerap beraktivitas di posnya. Namun ia tidak tahu asal usul maupun nama sang nenek. Ia juga menegaskan pos tersebut memang tidak pernah digunakan lagi oleh PP untuk beraktivitas.

”Cuma dari penuturan teman-teman nenek itu memang sering di sana,” kata Iwan.

Ia juga memastikan kejadian yang dialami nenek Elih, tidak ada sangkut pautnya dengan ormas Pemuda Pancasila.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, mengaku optimistis pelaku penganiayaan nenek Elih bisa ditangkap. ”Iya itu parah sekali. Saya yakin bisa tertangkap. Saya tahu Pak Kapolres kan tanggap ya. Jadi saya berharap kasus ini bisa segera selesai,” ungkapnya. (MG-04/Agung SP)