New Normal di Banten Akan Dikonsultasikan

0
1.887 views

SERANG – Pemerintah kabupaten kota di Banten mulai mempersiapkan skenario new normal. Tatanan hidup baru itu perlu dilakukan untuk menggerakkan perekonomian di daerah.

Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, akhir pekan ini baru akan membahas penerapan new normal bersama para pelaku usaha di Kota Serang. “Rencananya hari Jumat (29/5) kami akan mengumpulkan Gugus Tugas bersama pelaku usaha terkait dengan new normal di Kota Serang,” ujarnya.

Subadri menjelaskan, dalam rapat akan membahas syarat penerapan new normal. Kata dia, penerapan new normal upaya penyelamatan perekonomian di Kota Serang sehingga dapat menekan korban PHK. “Kami tidak frustasi menangani Covid-19. Karena ini dari pemerintah pusat, maka kami juga di Kota Serang harus menjalankannya,” terangnya.

Juru bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, akan membuat surat untuk mengundang Gugus Tugas penanganan Covid-19 dan pelaku usaha yang ada di Kota Serang. “Sesuai instruksi Pak Wakil bahwa kita akan rapat bersama dengan pelaku usaha tentang pemberlakuan new normal. Namun nanti kita akan tetap sesuai dengan prinsip dasar penanganan dengan memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Begitu juga Pemkot Cilegon juga mulai mempersiapkan sejumlah hal. Salah satunya dengan mengembalikan aktivitas di pasar dan mal seperti sebelum wabah Covid-19.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Abadiah mengaku telah membahas dengan Walikota Cilegon Edi Ariadi.  “Kita perlu lihat berbagai aspek sebelum kebijakan itu dikeluarkan,” kata Abadiah.

Menurutnya, saat ini, pasar dan mal masih beraktifitas sesuai dengan aturan pemerintah pada masa Covid-19. Salah satunya adalah pengaturan jam operasional.  Selama wabah Covid-19, jam operasional diatur dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Dihubungi terpisah Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, new normal akan diberlakukan jika Gubernur Banten tidak memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap tiga pada 31 Mei mendatang di Kabupaten Tangerang. Zaki menegaskan, aturan PSBB tetap berlaku hingga nanti ada keputusan dari Gubernur.

“Kita masih menunggu keputusan dari Pak Gubernur, apa PSBB akan dilanjutkan atau tidak? Tetapi terlepas dari itu semua sekarang ini kita baru saja rapat dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia-red) dan DMI (Dewan Masjid Indonesia-red). Kita sedang mempersiapkan pola hidup baru yang harus kita terapkan di sejumlah sarana tempat ibadah,” katanya, Rabu (27/5).

Selama belum ada keputusan, warga diminta tetap disiplin menaati aturan PSBB hingga 31 Mei. Zaki mengaku siap mendukung segala keputusan Gubernur. Persiapan menuju new normal akan dimulai dari masjid, musala, kantor pemerintahan, kantor pelayanan swasta dan pabrik.

Kapolresta Tangerang Kombespol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, penerapan new normal tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran Covid-19. “Kami akan terus bersama TNI dan Bupati meningkatkan edukasi ini. Serta mendorong pemilik tempat keramaian untuk melakukan protokol kesehatan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Saat ini Pemkot Tangsel tengah melakukan pembahasan skenario new normal jelang berakhirnya PSBB tahap tiga. Pembahasan ini melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). “Nantinya regulasi ini akan dikonsultasikan juga dengan para cendekia-cendekia dari perguruan tinggi,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Bang Ben ini mengaku belum bisa memastikan kapan new normal akan diterapkan di Kota Tangsel. Namun, new normal merupakan proses yang harus dijalani tahap demi tahap. Teguran dan peringatan menjadi komponen yang tidak terpisahkan.

“Harus begitu sekarang, ya dibangun new normal, peradaban baru. Tidak tiba-tiba membangun peradaban baru, harus dengan ketekunan dan kesabaran,” katanya.

Terkait pemberlakuan new normal di sejumlah mal, lanjut Bang Ben, di setiap kasir pada toko di mal harus diatur menggunakan tanda garis berjarak satu meter. “Saya minta dibuat garis satu meter, satu meter di kasir. Termasuk kamera pengawas atau CCTV  di mal juga harus digunakan untuk memantau kerumunan,” ungkapnya seraya menambahkan jika ada yang berkerumun di satu area tertentu, pengelola mal wajib menegur. Bisa  menggunakan pengeras suara. 

Dari Kota Tangerang dilaporkan, pemerintah setempat belum memutuskan kelanjutan masa PSBB tahap tiga. Rencananya baru akan dilakukan evaluasi PSBB, hari ini (28/5). “Apakah ada perpanjangan PSBB atau tidak, besok (hari ini-red) akan kita bahas bersama seluruh OPD dan perangkat lainnya,”ujar Walikota Arief R Wismansyah.  Arief menambahkan, dari hasil pembahasan itu akan ketahuan, apakah ada perpanjangan atau tidak? Mudah-mudahan hasilnya baik,” paparnya.

PERSIAPAN MAL

Sementara itu, pengelola pusat perbelanjaan di Tangerang Raya mulai melakukan persiapan menghadapi new normal. Salah satunya, pengelola Summarecon Mall Serpong (SMS). President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengaku masih mempersiapkan prosedur dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan protokol new normal sebagai antisipasi penularan covid-19.

Menurut Adrianto, hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, kesehatan dan keselamatan seluruh pelanggan, tenant dan juga karyawan. “SMS akan mulai beroperasi kembali secara bertahap. Rencananya mulai Senin (8/6) mendatang,” pungkasnya seraya berharap pelanggan setia SMS dapat bersabar menunggu mal buka. (asp-fdr-bam/alt)