Ngaku Anggota Polri, Ojol Tipu Gadis Asal Pandeglang

Ilustrasi.

SERANG – YS (24), telah mendekam di sel Mapolda Banten sejak Rabu (14/8) lalu. Tukang ojek online (ojol) itu dituduh menipu gadis asal Pandeglang berinisial RR sebesar Rp21 juta dengan modus mengaku sebagai anggota Polri.

Informasi yang diperoleh Radar Banten, kasus itu bermula ketika warga Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur itu membuat akun media sosial (medsos) Facebook akhir 2018 lalu, YS menggunakan identitas palsu di akun medsos miliknya. YS juga menggunakan foto anggota Ditlantas Polda Banten, Brigadir Polisi Satu (Briptu) Tri Sutrisno.

Setelah akun medsosnya aktif, YS meminta pertemanan kepada akun milik RR. Tanpa curiga, RR menerima permintaan pertemanan tersebut. YS kemudian mengirim pesan ke RR melalui aplikasi messenger Facebook.

YS dan RR lalu berkenalan dan saling tukar nomor WhatsApp. YS mengaku sebagai anggota Polda Jawa Timur.

Setelah sering bertukar pesan, YS mulai menyusun rencana. Langkah awalnya, YS mengaku tertarik kepada RR. Dia berjanji bakal menikahi RR, meski belum pernah bertemu.

Korban yang terbuai rayuan, dimanfaatkan oleh YS. Pada 18 Desember 2018, YS meminta uang kepada RR dengan alasan mengobati ibunya yang sedang sakit. RR yang iba dan percaya telah tiga kali mengirimi YS uang senilai total Rp21 juta.

Namun, setelah ditransfer, YS menghilang. Dia tidak menghubungi RR. Merasa ada yang tidak beres, RR menceritakan kejadian tersebut kepada rekannya yang bertugas di Polres Pandeglang. Rekan korban yang mengenali wajah pada akun Facebook YS, menghubungi Tri Sutrisno melalui video call. Saat komunikasi itu, Briptu Tri Sutrisno membantah mengenal korban. Bahkan, dia tidak pernah meminta uang.

Sadar menjadi korban penipuan, RR melaporkan kasus tersebut ke Subdit V SIber Ditreskrimsus Polda Banten pada 12 Agustus 2019. Polisi yang menerima laporan tersebut berhasil melacak akun Facebook pelaku melalui identifikasi digital forensik. Pada 13 Agustus 2019, pelaku ditangkap di rumahnya.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten Ajun Komisaris Polisi (AKP) Asep Ariful saat dikonfirmasi membenarkan pengungkapan kasus tersebut. “Iya benar ada kasus itu,” kata Asep melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/8).

RR disangka melanggar Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 55 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Besok kami sampaikan rilisnya,” tutur Asep. (mg05/nda/ira)