Ngaku Dokter Bedah, Perempuan Ini Tipu Warga Serang

0
2.344 views

SERANG – Kedok Faridah (21) terbongkar. Dokter bedah gadungan di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Serang itu dituduh menipu uang puluhan juta rupiah dari puluhan calon tenaga kerja. Puluhan calon tenaga kerja itu dijanjikan bekerja di instansi tempatnya bekerja dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.

Pada Sabtu (29/7), Faridah dijemput dari kontrakannya di kawasan Ciceri, Kota Serang, oleh puluhan korbannya ke Mapolsek Serang. Faridah tidak sendiri. Dia ditemani oleh suaminya bernama Nur Hadi.

“Dibawa tadi pagi jam sepuluh (Sabtu-red). Pelakunya ada di dalam (ruang pemeriksaan-red) sama suaminya,” kata pelapor bernama Usep kepada Radar Banten, Sabtu (29/7).

Usep merupakan satu dari puluhan calon tenaga kerja yang merasa ditipu oleh Faridah. Dia bersama rekan-rekannya melaporkan Faridah dengan tuduhan penipuan. “Saya dikenalkan sama teman saya, habis Lebaran kemarin. Saya dijanjikan kerja jadi operator di RS Hermina. Syaratnya mah biasa, surat lamaran sama fotokopi ijazah. Ditambah uang administrasi Rp 1,2 juta,” kata warga Cikande itu.

Saat berkenalan, Faridah mengaku berprofesi sebagai dokter bedah di RS Hermina. Faridah menjanjikan Usep pekerjaan sebagai operator di RS Hermina. “Saya percaya karena kata teman saya dia sudah ketemu manajer rumah sakit langsung. Saya bayar cicil. Pertama Rp 500 ribu dan kedua Rp 700 ribu,” ujar Usep.

Korban lainnya, Nia Indriani (21) mengatakan, Faridah menjanjikannya pekerjaan sebagai apoteker di RS Hermina. Gadis asal Cimuncang, Kota Serang, itu diharuskan menyerahkan uang Rp 1,2 juta. “Saya tahu ada lowongan dari Asna (korban lain-red). Ketemuan di Alun-alun Serang, kasih lamaran sama uang Rp 1,2 juta,” kata Nia.

Seusai menyerahkan uang, Nia Indriani diminta mengikuti training bersama calon tenaga kerja lainnya sebelum resmi bekerja di RS Hermina. Uniknya, training tersebut dilakukan di Alun-alun Serang. “Disuruh training tanggal 20 Juli kemarin. Suka-suka dia mau di mana saja. Kadang di mal. Disuruh ngapalin aja,” kata Nia.

Samsuri (28) juga mengalami hal serupa. Dia dijanjikan bekerja sebagai operator RS Hermina. Bahkan, Samsuri rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai toko demi pekerjaan yang dijanjikan Faridah. “Saya dijanjikan dapat gaji pertama Rp 3,4 juta. Setiap tiga bulan ada kenaikan sekali gaji. Saya bela-belain mundur dari jaga toko,” keluh Samsuri.

Lelaki asal Brebes, Jawa Tengah, itu mengaku menginginkan agar Faridah dapat mengembalikan uang miliknya. “Saya kasih Rp 1,2 juta,” ujar Samsuri.

Sementara, korban lain bernama Norma (21) mengaku sudah mencurigai Faridah sejak dilakukan training. Namun, Faridah berhasil menepisnya. “Dia selalu marah-marah, bentak-bentak. Masa, dokter kok ngomongnya kasar,” ujar Norma.

Kecurigaan puluhan korban semakin menguat setelah korban tidak juga melakukan training di RS Hermina. “Ada jas putih dokter di kamarnya. Kalau ditanya, dia selalu ngomong, ‘kalau enggak percaya, tanya di rumah sakit, dokter Faridah’,” kata Norma.

Dihubungi terpisah, Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi membenarkan laporan tersebut. “Betul ada laporan. Pelapor ada empat orang yang sudah diperiksa,” kata Juwandi, Sabtu (29/7).

Saat dihubungi kembali, tadi malam, Juwandi mengatakan, sudah menetapkan Faridah sebagai tersangka. Kata dia, kasus penipuan yang dilakukan pelaku bukan kali ini saja. Tahun lalu, Polres Serang pernah menangani kasus serupa yang melibatkan Faridah. “Sudah beres (pemeriksaan-red), tidak lama, waktu hari Sabtu kemarin,” katanya.

Kata Juwandi, korban penipuan Faridah ada 30 orang. Sebanyak 12 orang warga Serang dan sisanya warga luar Serang. Untuk meyakinkan korban, dalam melakukan aksinya pelaku mengenakan jas warna putih. “Pelaku belajar nama-nama obat dari internet. Sedangkan, uang hasil kejahatannya dibelikan peralatan rumah tangga,” terangnya. Jumlah uang yang diambil dari korban rata-rata berkisar satu hingga dua juta.

“Ya, langsung tersangka. Ancaman pidana lima tahun penjara” tambah Juwandi.

Polisi terus mendalami kasus tersebut karena berdasarkan pengakuan pelaku, untuk memuluskan tipu muslihatnya, dibantu oleh satu teman. “Pengakuannya dibantu satu orang. Tapi, masih didalami,” tandasnya, seraya menambahkan, Faridah ditahan untuk penyidikan kasus. (Merwanda-Fauzan D/RBG)