Entah karena bosan atau mungkin tak lagi cinta, keberadaan sang buah hati pun tak mampu menjadi benteng bagi Torek (32), nama samaran, menahan godaan asmara. Berjalan dua tahun usia pernikahan bersama sang istri tercinta, sebut saja Ucin (31), ia masih tergoda wanita lain yang jauh lebih muda.

Seperti diungkapkan Ucin, kejadian itu terjadi tak lama setelah ia melahirkan anak pertama. Tepatnya ketika ia berusia 27 tahun dan Torek 28 tahun. Betapa sakit hati Ucin, janji pernikahan yang diagung-agungkan, ternyata pupus hanya dalam waktu seumur jagung.

“Saya enggak menyangka dia bisa selingkuh. Ini benar-benar bikin saya drop, enggak kuat, Kang,” curhat Ucin kepada Radar Banten.

Padahal, seperti diceritakan Ucin, hubungan asmara dengan Torek sudah terjalin sejak SMA. Mereka bertemu ketika masih sama-sama bau kencur. Belum mengerti arti cinta sesungguhnya, bahkan pacaran pun masih dalam tahap senang-senang saja.

Hebatnya, waktu itu mereka mampu bertahan tiga tahun lamanya. Di tengah godaan teman yang jauh lebih cantik dan tampan, baik Torek maupun Ucin mampu mempertahankan hubungan. Kisah asmara mereka menyita banyak perhatian.

Guru-guru di sekolah pun memuji kesetiaan Ucin dan Torek lantaran bisa bertahan sampai lulus SMA. Hingga keduanya sempat berpisah karena sibuk bekerja membantu ekonomi keluarga, kisah cinta mereka sempat tak jelas arah dan tujuannya.

Namun, yang namanya cinta, Torek seolah tak rela Ucin menghilang begitu saja. Bekerja di sebuah perusahaan ternama di Cilegon, ia merasa sudah mampu membangun bahtera rumah tangga. Apa mau dikata, meski dengan modal seadanya, ia nekat membawa serta orangtua ke rumah Ucin.

“Waktu itu saya benar-benar kaget, dia datang tiba-tiba dan langsung mau melamar. Kan saya enggak ada persiapan,” tuturnya.

Meski terkesan memaksakan, acara lamaran malam itu tetap terlaksana. Setidaknya, ketakutan Torek akan kehilangan sang kekasih tercinta bisa teratasi karena sudah ada ikatan. Tak lama berselang, hanya dalam waktu sebulan, mereka menuju jenjang pernikahan.

Dengan pesta sederhana, hanya mengundang tetangga dan orang terdekat, hari bahagia itu menjadi hari bersejarah bagi Torek dan Ucin. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Di usia yang sebenarnya terbilang muda, mereka siap membangun bahtera rumah tangga.

Di awal pernikahan, Torek menjadi suami yang baik dan perhatian, baik kepada istri maupun mertua. Setiap gajian, pasti membawa makanan. Biasalah, hitung-hitung cari perhatian dan beradaptasi dengan lingkungan. Perlakuan serupa tak jauh berbeda dilakukan Ucin kepada keluarga suami.

Senang mengirimi makanan ke rumah mertua, Ucin juga mencoba beradaptasi agar mendapat kesan baik di mata keluarga. Hasilnya, baik Torek maupun Ucin sama-sama disayang mertua. Rumah tangga mereka berjalan sempurna. Pokoknya, mereka hidup bahagia.

Memasuki tahun pertama, lahirlah bayi lelaki lucu kebanggaan pasangan muda itu. Hubungan dengan kedua keluarga pun semakin harmonis. Namun, kebahagiaan itu memang terkadang tak selaras dengan keabadian. Lantaran tergiur ajakan teman untuk berbisnis dengan penghasilan lumayan, Torek melayangkan surat pengunduran diri di tempatnya bekerja.

Apa mau dikata, meski di bulan pertama mereka masih merasa aman, tapi bulan-bulan selanjutnya, Torek dan Ucin mulai merasa kekurangan. Bisnis yang dibangun sang suami tak berjalan mulus. Apesnya, sudah mengeluarkan dana jutaan rupiah, usahanya tak berjalan seperti apa yang diharapkan alias bangkrut. Bukannya bangkit dan berusaha lagi, Torek malah berleha-leha seperti orang putus asa.

“Saya waktu itu kesal sama dia, sudah enak-enak kerja, ini malah keluar dan sok berbisnis. Eh, enggak tahunya malah rugi,” curhatnya.

Hingga akhirnya, berkat semangat dan motivasi dari sang istri, Torek pun bangkit dan mulai mau mencari penghasilan. Lagi-lagi, atas ajakan teman, ia ikut sebuah grup bisnis berjualan online. Tak disangka, meski penghasilan tak seberapa, setidaknya ia mampu membantu ekonomi rumah tangga.

“Ya waktu itu dia bisnis alat-alat handphone, headset, macam-macamlah,” aku Ucin.

Dengan jejaring sosial dan grup bisnis di aplikasi WhatsApp, Torek menikmati proses berbisnis secara online. Namun, apa mau dikata, seolah memanfaatkan keadaan, kerja keras Torek ke sana-sini mengantar produk jualannya tak hanya membuahkan uang, tapi juga peluang perselingkuhan. Aih-aih, kok bisa begitu sih, Teh?

“Awalnya saya enggak curiga, mungkin dia sering izin keluar malam minggu karena memang benar-benar ketemu pelanggan. Tapi, lama-kelamaan malah jadi kebiasaan, dari situ saya penasaran,” ungkap Ucin.

Dan tragedi itu pun terjadi. Bukan hanya masalah kebiasaan pulang malam, tingkah sang suami pun semakin tak perhatian. Suatu sore, Ucin sengaja mengambil ponsel suami dan membaca pesan yang masuk. Tak disangka, ada nama wanita dengan foto profil tampak cantik dan muda.

Karena penasaran, dibukalah isi pesan. Saat itu Ucin mulai merasa kepanasan. Hingga di Sabtu sore, dengan jurus sandiwara ala-ala artis sinetron, Torek izin lagi akan ketemuan atau bahasa kerennya COD-an dengan pelanggan. Saat itulah Ucin mengatur rencana.

Tanpa sepengetahuan suami, diam-diam Ucin mengikuti ke mana arah pergi Torek dari belakang. Dengan bantuan teman mengendarai kendaraan roda dua, ia sukses memecahkan rahasia tersembunyi sang suami. Di pinggir jalan tak jauh dari pusat keramaian, Ucin memergoki Torek yang tengah berboncengan dengan wanita muda. Oalah.

Keesokannya, seolah tak mau lagi melihat muka Torek, dengan emosi yang tak tertahankan lagi, Ucin meminta perceraian. Meski sudah dinasihati keluarga agar bisa bertahan, tetapi kekecewaan tak bisa lagi dimaafkan oleh Ucin. Mereka pun berpisah untuk selamanya.

Waduh, sabar ya teh Ucin. Semoga ini bukan akhir dari segalanya, masih banyak lelaki baik dan setia menanti di kemudian hari. Semangat. (daru-zetizen/zee/ira)