Ngebut Hindari Lubang, Tabrak Pemotor Lain Hingga Tewas

PULOAMPEL – Suwandi (43), warga Kampung Sumuranja, RT 14 RW 6, Desa Sumuranja, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, meregang nyawa di dalam ambulans saat dirinya hendak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon lantaran mengalami benturan di kepalanya usai tabrakan.

Kecelakaan terjadi sekira pukul 18.30 WIB di Jalan Raya Puloampel-Bojonegara, tepatnya di Kampung Mekarsari, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, pada Sabtu (5/5).

Informasi yang berhasil diperoleh, saat itu Suwandi mengendarai Honda Beat dengan nomor polisi A-4052-HB melaju dari arah Puloampel menuju Bojonegara. Pada saat bersamaan, kendaraan roda dua Yamaha Mio GT dengan nomor polisi A-3438-WB yang dikemudikan Imam Purnama (18), warga Kampung Ragas Grenyang, Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, yang membawa penumpang bernama Roby Rusadi (17) melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), Imam Purnama kehilangan kendali dan keseimbangan sehingga menabrak Honda Beat yang dikemudikan Suwandi. Akibatnya, Imam Purnama mengalami luka lecet pada lengan kanan dan luka kaki kanan. Sementara penumpangnya mengalami luka lecet di pipi bagian kanan. Sedangkan Suwandi mengalami benturan di kepala setelah terjatuh dari sepeda motornya.

Ketiganya dilarikan ke RSUD Umum Cilegon untuk mendapatkan perawatan. Namun, Suwandi meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kanit Laka Lantas Polres Cilegon Iptu Herlan Tampubolon mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat pengemudi kurang berhati-hati, padahal jalan dalam kondisi sepi. Pengendara dari arah Bojonegara menuju Puloampel memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. “Motor itu menghindari lubang, setibanya di TKP menabrak Beat. Pengendara Beat meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Kata Herlan, kedua pengendara dan satu penumpang tidak menggunakan helm juga tidak dilengkapi surat-surat kendaraan seperti STNK dan surat izin mengemudi (SIM). Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/5) sekira pukul 18.30 WIB.

“Namun untuk dua orang yang mengemudikan kendaraan motor Yamaha Mio GT hanya mengalami luka-luka saja,” ujarnya.

Herlan juga menjelaskan, kronologi kejadian bermula sewaktu Suwandi mengendarai Honda Beat melaju dari arah Puloampel menuju Bojonegara. Sesampainya di Jalan Raya Puloampel-Bojonegara, tepatnya di Kampung Mekarsari, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, di saat bersamaan Mio GT yang dikendarai Imam Purnama  yang membawa penumpang Roby Rusadi melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Pengemudi Mio GT hilang kendali saat mencoba menghindari lubang cukup besar di tengah jalan raya. Sehingga, menabrak Honda Beat yang dikemudikan Suwandi.

Sementara Kasat Lantas Polres Cilegon Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fikri Ardiansyah membenarkan, terjadinya peristiwa itu. “Benar, kami yang menangani kasus tersebut. Satu orang meninggal dunia,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada para pengendara untuk taat dalam berlalu lintas seperti membawa surat-surat, menggunakan helm, dan berhati-hati dalam berkendara. “Patuhilah peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama sehingga korban kecelakaan tidak kembali berjatuhan di jalan,” tandasnya. (Adi/RBG)