Ngelindur Sih, Tapi Jangan KDRT Kali

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Melindur

Malam semakin larut, mata Sofia merona merah menahan kantuk. Wanita yang namanya disamarkan ini enggan tidur, ia hanya duduk di sudut ranjang. Sementara di sisi ranjang berbeda, Dodi, suami Sofia yang namanya juga disamarkan, tertidur lelap sekali. Wajah Dodi terlihat tenang, berbeda dengan Sofia yang seperti ketakutan. Ada apa ya dengan Sofia?

Lutut wanita berusia 25 tahun ini ditekuk hingga menyentuh dagu. Sementara tangannya sibuk menghalau kaki suaminya yang sejak tadi menendang-nendang. Kadang tangan pria berusia 27 tahun ini ikut mengamuk di kasur itu, oh lala, Dodi tengah melindur dalam tidurnya.

Malam itu merupakan kejadian untuk kesekian kali. Hari-hari pasangan yang baru menikah Oktober 2015 ini, menjadi tidak harmonis gara kebiasaan melindur Dodi. Tidak jarang, tidur Sofia berakhir dengan lebam di area wajah. Sebab satu atau dua pukulan Dodi mendarat di wajah ketika Sofia tengah tertidur. “Kami baru menikah dua bulan, tapi baru beberapa minggu saya sering terluka kalau tidur dengannya,” ujar Sofia di pengadilan agama.

Saat itu, Sofia tengah mengisi formulir gugatan cerai. Pada formulir gugaan, ia menuliskan alasan gugatan cerai karena menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). “Meskipun Dodi melakukannya di luar kesadaran, tapi tetap saja saya menderita luka-luka. Makanya saya anggap itu KDRT,” jelas Sofia.

Dodi tidak setuju dengan langkah yang diambil istrinya. Hanya saja ranjang penuh derita membuat Sofia berpikir ulang untuk meneruskan mahligai rumah tangganya bersama Dodi. “Ini baru lima bulan. Bagaimana kalau sudah setahun lebih. Bisa-bisa saya jadi berlangganan rumah sakit,” tutur Sofia.

Melihat belum adanya kesepakatan antara Sofia dan Dodi, pihak pengadilan agama tampaknya akan melakukan sejumlah langkah guna mempertahankan rumah tangga mereka. Karenanya sebelum masuk masa persidangan, Sofia dan Dodi akan dipanggil untuk menjalani proses mediasi terlebih dahulu. “Tadi saya diminta hadir untuk mediasi, pekan depan,” terang Sofia.

Namun bagi Sofia, upaya mediasi akan berjalan percuma. Sebab ia sudah menetapkan hati untuk berpisah dengan suaminya itu. “Ini bukan persoalan hati, tapi fisik. Muka saya sering biru-biru karena Dodi tidurnya mengamuk,” tuturnya.

2. Kebiasaan Semenjak Kuliah

Ia sempat mendiskusikan persoalan ini dengan Dodi. Menurut suaminya, kebiasaan melindur terjadi ketika ia mulai masuk kuliah. Ketika ia tinggal di sebuah kamar kost, kebiasaan melindur muncul. “Pengakuannya sih, penyakit melindur muncul sejak dia masuk kuliah,” terang Sofia.

Dodi pun sempat ribut dengan temannya ketika menginap di kamarnya. Teman Dodi kena tendangan telak pada bagian pinggang. Tidak hanya itu, Dodi pun menjambak rambut temannya sangat keras. Seperti halnya yang sering dialami Sofia setiap kali tidur bersamanya. “Ternyata teman-temannya pun pernah menjadi korbannya. Bahkan Dodi sempat berkelahi karena persoalan melindur itu,” jelasnya.

Sofia pun sempat melaporkan kelakuan Dodi kepada kedua mertuanya. Langkah Sofia membuat persoalan semakin jelas, ibu Dodi memberikan penjelasan tentang mengapa penyakit melindur sampai muncul.

Penjelasan sang ibu dimulai dari status Dodi sebagai anak bungsu. Dodi sejak kecil sangat disayang ibunya, setiap tidur sang ibu selalu memeluk erat Dodi. Ini membuat Dodi menjadi manja kepada sang ibu. Pada setiap menjelang tidur, Dodi memiliki kebiasaan unik yang tidak pernah dilakukan dua kakaknya.

Menurut Sofia berdasarkan penjelasan ibu mertua, Dodi senang mentil. Entah itu area dada atau pun rambut. Jari Dodi juga sering memutar-mutar rambut ibunya. Bilamana tidak melakuan hal itu, maka Dodi akan kesulitan tidur.

Kebiasaan itu bertahan hingga SMA, meskipun ditentang ayahnya namun Dodi benar-benar ketergantungan mentil kepada ibunya. Lalu apa yang terjadi jika Dodi tidak tidur dengan sang ibu, ia jadi mengamuk dalam tidurnya. “Karena tangannya tidak mentil, Dodi jadi gundah lalu sering kali melindur. Setiap melindur pasti mengamuk,“ terangnya.

Tanda-tanda penyakit itu telah muncul sejak dia SMA. Ketika ia ikut kemping dengan temannya, Dodi melindur hingga membaut teman-temannya tidur di luar tenda.

Mendengar penjelasan itu, Sofia meyakini penyakit melindur Dodi sudah masuk taraf akut. Karenanya ia memutuskan untuk mengakhiri ikatan suami istri guna menyelamatkan dirinya. “Saya sudah mencoba bertahan lima bulan, selama itu saya sering kena pukulan Dodi. Kalau memang ingin selamat, berarti kan pisah ranjang. Lah suami istri kok pisah ranjang, saya tidak mau seperti itu,” jelasnya. (RB/quy/zee)