Nih Tujuh Kelurahan Rentan Krisis Pangan di Kota Serang

0
541 views
ilustrasi (Foto: Istimewa)

SERANG – Tujuh Kelurahan dari dua Kecamatan di Kota Serang masuk kategori rentan krisis pangan. Kerentanan tersebut disebabkan karena antara hasil panen dengan konsumsi masyarakat setiap hari itu mengalami minus atau kekurangan.

“Menurut hasil evaluasi ada tujuh kelurahan dari dua Kecamatan yang mengalami rentan, yakni (Kecamatan) Kasemen enam dan (Kecamatan) Serang satu , diantaranya adalah Kelurahan Sawah Luhur, Kilasah, Warung Jaud, Banten, Kasunyatan, Marga Luyu dan Unyur itu titik titik kerentanan pangan. Persoalannya klasik yakni petani kita tidak punya lahan pertanian hanya menggarap saja,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Serang, Hafidzi usai menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Serang di salah satu penginapan di Ciceri Kota Serang, Kamis (29/12).

Hafidzi mengatakan, atas temuan hasil evaluasi tersebut pihaknya meminta kepada para petani untuk meningkatkan produksinya, pihaknya juga berjanji akan mengupayakan memberikan bantuan dari mulai pupuk sampai dengan bibit bahkan pembinaan dan penyluhan bidang pertanian.

Menurutnya, hasil panen petani di Kota Serang baru mencapai 93 ton sedangkan warga di Kota Serang setiap harinya mengkonsumsi pangan 0.254 atau satu perempat liter per hari per orang sehingga jika dikalkulasikan dengan konsumsi warga setiap harinya tersebut akan mengalami kekurangan pangan.

“Itu hitungan makan tiga kali dalam sehari, ada minus sedikit, itu juga masuk kepada 93 ton, upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian yakni kami terus genjot dari berbagai sektor agar adanya peningkatan peningkatan hasil produksi serta bisa menjaga kualitas padi,” ujarnya.

Meski ada sejumlah kelurahan yang rentan, kata Hafidzi, dirinya menilai setiap tahun hasil panen di Kota Serang terus mengalami perbaikan seperti saat ini yang mencapai 6,5 ton perhaktare yang sebelumnya hanya 5,81 ton perhaktare.

“Kami juga dorong supaya kebiasaan masyarakat tidak hanya mengkonsumsi padi melainkan bahan makanan pokok lain seperti umbi-umbian, jagung-jagungan dan kacang-kacangan,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Serang Sulhi mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat Kota Serang terutama warga yang masuk kategori kerentanan pangan untuk mulai berani menggarap jenis tanaman lain selain padi agar dapat meningkatkan perekonomian. Menurutnya, sampai saat ini masyarakat masih mengandalkan padi untuk kegiatan bercocok tanam padahal amsih banyak yang harus digarap oleh para petani.

“Petani bisa juga memanfaatkan lahan yang bisa ditanami jenis tanian lain selain padi, seperti sayur sayuan dan sebagainya, itu juga sebagai upaya ketahan pangan yang memiliki nutrsi dan vitamin,” ujarnya.

Kemudian, kata Sulhi, penyebab tidak sejahteranya para petani adalah belum diperbaikinya akses produksi pertanian seperti jalan menuju sawah yang belum memadai, padahal, kebradaannya sangat penting untuk mendukung mempercepat pendapatan masyarakat.

“Kemudian program lumbung, jadi nanti kalau mereka panen tidak langsung dijual ke pasar melainkan ada kelopok tertentu yang membeli hasil pertanian masyarakat,” ucapnya. (Adef)