Nikmati Suasana Pagi Kota Serang Kini Bisa Pakai Delman

0
1.052 views

SERANG – Delman atau disejumlah daerah lainnya disebut denga andong atau dokar merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang memanfaatkan tenaga kuda dan keterampilan kusir sebagai pengendali sang kuda.

Eksistensi kendaraan tradisional tering seiring dengan gencaran serangan alat transportasi modern seperti sepeda motor, mobil, maupun alat transportasi darat lainnya kini semakin terkikis. Cukup sulit untuk menemukan alat transportasi tersebut.

Namun, untuk warga Kota Serang yang kangen dan ingin bernostalgia menaiki alat transportasi tradisional tersebut sambil menikmati udara pagi kota bisa langsung datang ke alun-alun Kota Serang. Karena di tempat publik tersebut kini setiap paginya pada akhir pekan puluhan delman berjajaran menjajakan jasa keliling pusat Kota Serang.

Edi, salah satu kusir delman asal Banten Lama mengaku sudah bertahun-tahaun menjadi kusir delman di Kota Serang. Namun baru kali ini dirinya mangkal di alun-alun.

“Biasanya kita mah cuma narik di kampung-kampung setiap hari. Belum lama ini saya bisa narik di alun-alun dan bagusnya masyarakat antusias nya tinggi terutama anak-anak,” katanya, setelah mengantarkan penumpang berkeliling, Minggu (15/1).

Ia menuturkan, penghasilannya menarik delman di tempat umum seperti Alun-alun ini, memang lebih besar di banding ia menarik delman di kampung-kampung setiap hari. Dengan jarak 1 kilometer dan dalam empat jam dirinya bisa mendapatkan uang sebesar Rp 200 ribu.
“Kalau disini biasanya sehari Rp 200 ribu itu cuma dari jam enam (pagi) sampai jam 10 an. Tapi kalau di kampung Rp 100 ribu dari jam tiga sampai jam enam sore,” katanya.

Sementara itu, Rosmiati salah satu warga Serang yang membawa kedua putrinya serta suaminya mengaku sengaja mencoba naik delman karena keinginan sang anak.

“Soalnya jarang di komplek lingkungan rumah engga ada. Cukup membantu kita yang malas jalan kaki dan sambil jalan-jalan saja,” katanya.

Senada dengan Rosmiati, Lili juga mengaku dirinya berharap agar adanya wisata delman ini tidak hanya dihari libur. “Harusnya jangan pas hari Minggu aja, harusnya di alun-alun setiap hari ada, kan bisa jadi objek wisata klasik,” katanya. (Wirda)