Nilai Hakim Tak Adil, Terdakwa Kasus Kepemilikan Sabu Protes

Justice

SERANG – Terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu, Randi Rusyani memprotes keputusan hakim. Randi divonis empat tahun penjara, denda Rp800 juta subsider tiga bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (20/7).

Randi memprotes keputusan hakim tersebut karena dirinya menilai putusan yang diberikan majelis hakim tidak adil. “Saya divonis empat tahun tiga bulan penjara, saya minta keadilan, saya belum berpengalaman, kenapa teman saya Rahmayudi yang BB-nya (barang bukti sabu,-red) enam bungkus cuma divonis enam bulan, saya cuma satu bungkus dapet ngasih Rahmayudi tapi dituntutnya empat tahun,” papar Randi saat ditemui setelah sidang, Rabu (20/7).

Randi mengaku tidak memahami apa yang menjadi pertimbangan penegak hukum sehingga dirinya diberikan hukuman lebih berat dibandingkan temannya yang terbukti memiliki barang terlarang yang lebih banyak.

“Protes saya sampaikan ke pengacara Pak Husri dan Jaksa, saya bertanya ke pengacara, kenapa dia BB-nya lebih banyak hukumannya lebih ringan dari saya,” katanya.

Ketidakadilan yang lain Randi lihat, dari proses hukum yang berjalan. Menurutnya, selama ini Randi belum mendapatkan asesmen dari pihak kepolisian, sedangkan Rahmayudi mendapatkannya. “Tadi saya pikir-pikir dulu. Saya ingin banding. Saya gak diasesmen oleh polisi,” ujarnya.

Menanggapi tudingan ketidakadilan tersebut, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang, Musa mengatakan, tuntutan hukuman yang berbeda itu sesuai pertimbangan fakta yang tertuang dalam berkas perkara dan terungkap dalam persidangan. Musa pun mengaku berani mempertanggungjawabkan atas keputusan tersebut.

“Ada dasar-dasar dan landasannya mengapa tuntutan itu berbeda. Ada surat edaran dari Jampidum terkait itu, saya lupa nomornya. Semua itu dapat dilihat dari uraian dan bentuk tuntutan kita,” ujarnya.

Vonis tersebut sendiri dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Eni Sri Rahayu. Terdakwa terbukti melanggar dakwaan kedua Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Vonis itu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Andri Saputra.

“Oleh karena itu menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Randi Rusyani dengan pidana penjara selama empat tahun,” kata Eni Sri Rahayu.

Untuk diketahui, terdakwa ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Serang pada Januari 2016, di rumah kontrakannya di Kramatwatu, Kabupaten Serang. Dari tangan terdakwa, polisi mengamankan satu paket kecil sabu-sabu. Sabu-sabu itu diperoleh terdakwa dari Otoy.

Setelah terdakwa ditangkap, pada Kamis (28/1), Otoy diringkus di sebuah rumah makan di sekitar Kramatwatu. Dari tangan Otoy, polisi menemukan enam bungkus sabu-sabu di dalam dompet kecil warna pink campur putih yang dimasukkan ke saku dalam sebelah kanan jaket Levi’s warna hitam. (Bayu)