Nilai Perusahaan Lakukan PHK Sepihak, Karyawan PT Warner Biro Indonesia Demo

SERANG – Buruh berunjuk rasa di depan Pt Warner Biro Indonesia, Kawasan Modern Industrial Estate Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (27/2). Ratusan buruh ini menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak antara perusahaan dengan karyawannya.

Aksi unjuk rasa ini juga, diwarnai aksi mogok kerja para buruh yang bekerja di perusahaan produksi rekonstruksi jembatan tersebut.

Koordinator Lapangan unjuk rasa Gunawan Sutija mengatakan PHK sepihak ini diberikan pada tiga karyawan PT Warner Biro Indonesia Cikande, atas nama Udi Casiwan, Oni dan Lukman Hakim.

Gunawan memaparkan, tiga buruh ini di PHK lantaran pihak perusahaan menduga telah melakukan pengeroyokan kepada salah satu atasan. Kemudian aksi pengeroyokan ini dilaporkan ke Polsek Cikande. Tetapi, buruh yang dikenai PHK ini tanpa dilibatkan untuk diminta keterangan seperti apa kronologis yang terjadi.

“Tidak ada keterangan dan panggilan, ketika ini terjadi pihak perusahan menyatakan telah terjadi kesalahan berat. Tapi harus ada pembuktian, itu (dugaan pengeroyokan-red) belum ada proses hukum. Pidana dan perdatanya tumpang tindih,” terangnya saat masih berunjuk rasa, di Modern Industrial Estate Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (27/2).

Menurutnya, pihak perusahaan mengambil sikap tanpa melakukan perundingan. Perusahaan memutuskah hubungan kerja tanpa sepengetahuan karyawan yang terkena PHK tersebut. Lalu, uang pasangon yang diberikan pun tanpa melalui jalur regulasi. “Belum ada kesepakatan, tapi perusahaan langsung mentrasfer uang pasangon tanpa sepengetahuan karyawan. Artinya kami menganggapnya PHK sepihak. Kalo menurut regulasi orang di PHK itu harus dibuktikan dulu melalui perselisihan perindustrian. Harus sepakat dulu. Ketemu dulu. Diperhitungkan dulu,” bebernya.

PHK sepihak ini dilakukan sejak 12 Februari 2018. Sambungnya, berbagai upaya telah Gunawan lakukan. Sempat terjadi mediasi, Senin (26/2) kemarin tetapi opsi antara kedua belah pihak tidak ada titik temu. Hingga akhirnya, pengurus FSPMI Serang ini bersama 200 buruh lainnya melakukan aksi mogok kerja dan unjuk rasa.

“Dengan segala resiko petimbangan dia (perusahaan-red) yang memutuskan harusnya melihat dan memperhatikan dulu, jangan langsung memutuskan PHK. Kami ambil sikap secara organisasi. Kami menginginkan tiga karyawan yang di PHK dikembalikan lagi untuk bekerja,” tuturnya.

Radar Banten Online belum bisa mengonfirmasi ke pimpinan PT Warner Biro Indonesia Cikande yang diduga melakukan PHK sepihak kepada tiga karyawannya.

Satpam PT Warner Biro Indonesia Cikande Suhendi berusaha meminta ijin ke pimpinan perusahaan, Tetapi, ia mengatakan atasannya tidak bisa menemui wartawan karena sedang meeting. “Mohon maaf, atasan lagi meeting,” tandasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).