Para orangtua calon siswa baru tingkat SMA/SMK mendatangi posko pelayanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (25/6/2018).

JAKARTA – Syarat penerimaan peserta didik baru 2019 adalah jarak dari rumah ke sekolah. Bukan dari nilai rapor dan ujian nasional. Namun, nilai tersebut dapat digunakan dalam jalur prestasi dan alat ukur terakhir peserta dalam satu zona.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang mengharuskan seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) memakai sistem zonasi. Namun, dalam pelaksanaannya, beberapa dinas pendidikan daerah memodifikasi Permendikbud Nomor 51 tahun 2018  untuk membuat petunjuk teknis.

Merujuk , aturan pusat sekolah harus memprioritaskan calon peserta didik dari jalur zonasi. Yakni, sebesar 90 persen dari daya tampung. Di dalamnya sudah termasuk keluarga ekonomi tidak mampu dengan kombinasi jarak dan prestasi akademik.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menegaskan, sekolah wajib menerapkan PPDB berbasis zonasi. Kuota yang diterima dari jalur tersebut sejumlah 90 persen. Sedangkan, jalur prestasi akademik maupun non-akademik dan zona luar sekolah masing-masing 5 persen.

“PPDB tetap terjadwal sesuai Permendikbud Nomor 51 tahun 2018. Nilai unas dapat digunakan pada jalur prestasi. Dan juga, sebagai alat seleksi terakhir bagi peserta dalam satu zona,” terang Hamid. (han/JPG)