Nomor Randori Masih Andalan, Satu Emas Digenggam

SERANG – Nomor randori atau tarung pada cabang olahraga (cabor) kempo kembali menjadi andalan Banten untuk menghadapi PON Papua 2020. Itu terlihat dari prestasi yang diraih saat Pra PON 2019. Feric Julianto yang turun di nomor randori putra kelas 65 kilogram sukses merebut emas.

Pada ajang Pra PON 2019 yang berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11), seluruhnya Banten memboyong delapan atlet. Yaitu, Yohannes Parulian Nainggolan, Feric Julianto, Juan Riyadi, Alfian Firmansyah, M Irsyad Triaji Juniarso, Anis Saparia, Silvinaf Chawan, dan Zhalza Siti Nurhalizah.

Kontingen kempo Banten itu terdiri dari empat kelompok putra, tiga putri, dan satu kelompok campuran. Kelompok putra terdiri dari nomor randori perorangan 60 kilogram, randori perorangan 65 kilogram, randori perorangan 70 kilogram, dan embu berpasangan kyukenshi.

Kemudian kelompok putri, randori perorangan 55 kilogram, randori perorangan 60 kilogram, embu berpasangan kyukenshi. Dan terakhir kelompok campuran nomor embu berpasangan kyukenshi. Namun harus diakui, hanya satu emas yang berhasil dipersembahkan.

“Secara nasional, Banten finis di urutan delapan besar, dengan menyumbangkan satu emas. Kami merasa bersyukur sekalipun tim Banten hanya masuk sepuluh besar di jajaran kempo Indonesia pada Pra PON 2019,” kata manager tim kempo Banten Aan, Selasa (19/11).

Dijelaskan Aan, pihaknya akan memaksimalkan hasil yang telah diraih untuk menatap PON Papua 2020. Desember tahun ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaran Bela Diri Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Banten akan memulai pemusatan latihan daerah (Pelatda) PON. “Sesuai yang diagendakan, Desember Pelatda sudah akan dimulai,” jelas Aan.

Plt Wakil Ketua Pengprov Perkemi Banten mengapresiasi hasil gemilang yang ditorehkan Feric Julianto. “Ini sesuai perkiraan sebelumnya. Feric berpotensi secara mental dan fisik. Ke depannya, kami akan perbaiki proses seleksi dan pembinaan dengan lebih ketat lagi agar bisa lebih banyak meloloskan ke event yang lebih tinggi,” kata Rizal.

Diketahui, sebelum kontingen kempo berangkat menuju ajang Pra PON 2019, Rizal pernah mengungkapkan, secara pribadi ia lebih menjagokan nomor tarung atau randori pada perebutan tiket PON 2020. “Berkaca dari tahun sebelumnya yang hanya lolos satu orang. Itu pun yang diberangkatkan hanya dari nomor randori. Maka, kami belajar dari hal tersebut,” ungkap Rizal. (rbs/nda/ira)