Pimpinan Novotel Tangerang dan peserta "Unity in Diversity".

TANGERANG – Sejak awal kehadirannya di tengah masyarakat Kota Tangerang, Novotel Tangerang selalu berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan juga kontribusi positif bagi seluruh tamu dan juga lingkungan.

Seperti pada momen peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Selasa (11/9), Novotel memberikan edukasi sekaligus menanamkan rasa toleransi dalam keberagaman melalui program corporate social responsibility (CSR) “Unity in Diversity”, yang sekaligus menjadi peringatan 25thanniversary Accorhotels Indonesia.

Pada program tersebut, kurang lebih sebanyak 30 anak-anak dari Pondok Pesantren Amanatul Huda diajak berkunjung ke salah satu warisan sejarah dan budaya yang ada di Tangerang, yaitu Museum Benteng Heritage.

“Tujuan utama kami adalah ingin mengedukasi anak-anak dan juga menanamkan rasa toleransi terhadap keberagaman yang ada. Karena perlu diingat, bangsa Indonesia ini lahir melalui perjuangan-perjuangan dari berbagai suku, etnis, dan juga agama, maka dari itu sudah sepantasnya kita menghargai sesama, dan saling menghormati satu sama lain,” ujar General Manager Novotel Tangerang Windiarto dikutip dari siaran pers.

Windiarto menjelaskan, Tangerang sendiri sebagai salah satu kota yang memiliki peran sentral dalam perdagangan di masa lampau menjadikannya sebagai salah satu lokasi yang memiliki percampuran budaya yang unik. Mulai dari makanan hingga bangunannya, Tangerang ini sangat kaya, sangat beragam. Salah satunya dengan adanya museum Benteng Heritage yang menjadi saksi adanya percampuran budaya dan sejarah.

“Tempat ini bukan hanya milik suku atau agama tertentu, tapi tempat ini miliknya warga Kota Tangerang dan juga Indonesia, maka sudah seharusnya kita menjaga dan bangga dengan apa yang kita miliki,” katanya.

Anak-anak akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa di rumah bersejarah dengan arsitektur khas Tiongkok, dan benda-benda serta ornamen yang memiliki nilai budaya kental. Selain itu mereka juga diajarkan bagaimana caranya membuat onde-onde melalui Onde Workshop.

“Usia anak-anak seperti ini merupakan usia yang tepat untuk belajar, untuk memahami, dan mendapatkan ilmu-ilmu yang positif. Mari kita sama-sama jadikan momen Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah ini sebagai langkah baru untuk dapat mempererat silaturahmi, menjaga keharmonisan antara sesama, dan juga mengenal ragam kekayaan budaya yang ada di Indonesia, khususnya Kota Tangerang,” ungkap Windiarto. (aas)