Nur Agis Aulia (kiri) dan istrinya (kanan) bersama Andy F Noya di sela pengambilan gambar untuk program Kick Andy.

Modernitas telah mengubah pandangan masyarakat terhadap dunia pertanian, terutama di kalangan anak muda. Banyak pemuda yang enggan menggeluti usaha di bidang pertanian karena dianggap tak menjanjikan atau gengsi. Tapi hal itu tak berlaku bagi Nur Agis Aulia, sarjana muda cum laude dari Univeritas Gajah Mada (UGM), yang malah serius menggarap pertanian terpadu dan mengajak anak muda lainnya untuk ikut bertani. Berikut wawancara dengan Agis.

Apa alasan Anda memilih menjadi petani?

Petani adalah sebuah profesi yang mulia, menghasilkan pangan terbaik untuk masyarakat adalah sebuah amal jariyah. Potensi yang besar di bidang pertanian adalah peluang menjadi petani sukses.

Sekarang sedang menggarap apa? Berapa hektare lahan dan di mana?

Sekarang saya sedang mengarap usaha peternakan kambing dan sapi perah di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, dengan luas lahan 2000 meter dan menggarap pertanian terpadu total luas lahan 8 hektare di Bogor (pertanian peternakan dan perikanan dalam satu kawasan terintegrasi) .

Kabarnya Anda ditawari kerja di BUMN tapi Anda tolak, mengapa?

Karena peluang menjadi petani dan peternak sukses lebih menjanjikan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

Apakah Anda tidak gengsi sebagai  sarjana berprestasi tapi memilih jadi petani?

Tidak gengsi, karena idealnya seorang sarjana berprestasi dan terbaik tinggl di desa untuk bangun desa, bangun pertanian. Desa dan pertanian adalah masa depan Indonesia jadi sektor ini harus diisi oleh orang orang terbaik dan berprestasi… Bukan malah sebaliknya

Bagaimana prospek bisnis pertanian di masa mendatang?

Prospek sangat besar, selama orang masih perlu makan, maka bisnis di bidang pertanian sangat prospektif. Apalgi kebutuhan pangan dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Anda sangat giat mengajak anak muda bertani. Apa motivasinya?

Salah satu problem pertanian stagnan, malah cenderung turun salah satunya adalah SDM. Untuk itu perlu adanya SDM yang kreatif, inovatif dan profesional.. Itu sebagian besar ada di anak muda. untuk itu anak muda perlu diajak untuk sama-sama bangun pertanian, karena pertanian juga masa depan anak muda tersebut. Selain itu anak muda penting untuk regenerasi petani dan peternak yang high skill/ skillfull

Apa harapan Anda agar bidang pertanian kembali diminati anak muda?

Ketika anak muda turun di bidang pertanian, saya rasa akan banyak inovasi dan kreatifitas yang mana ini menjadi solusi/ jawaban dari permasalahan permasalahan pertanian yang aneh sulit diatasi. (Tb A Fauzi)

Nama            : Nur Agus Aulia
Tanggal Lahir  : Serang, 21 April 1989
Alamat           : Jln. Jenderal Ahmad Yani. Kp. Asem Gede Rt 01/09,  Serang, Banten.
Pendidikan      : SDM Bhayangkara 1, SMP Mardiyuana, SMAB 2 Kota Serang.
Aktivitas         : Ketua pilot project integrated farm NAPOLi FARM, Co Founder Komunitas Banten Bangun Desa, CEO Jawara Banten Farm.
Istri                : Annisa Rachmawati
Anak               : Aulia KunFath Al Bantani
Organisasi       : HMJ PSDK Fisipol UGM (presiden), Koperasi Kolam UGM (ketua Pengawas), BEM KM UGM Bangkit Melawan staff media. CO Founder Komunitas Banten Bangun Desa.Prestasi  : Lulusan terbaik PSDK Fisipol UGM cum laude ipk 3,75. Peserta Terbaik Program Indonesia Bangun Desa Batch 1. JUARA 1 sociotechnopreneurshi MITI masyarakat Ilmuwan dan teknologi Indonesia.