Nyabu agar Percaya Diri, Dua Artis Stand Up Diciduk Polisi

0
402 views

TANGERANG – Dua artis stand up comedy berinisial RN dan DN diringkus polisi, Minggu (25/8). Keduanya ditangkap di sebuah indekos, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, lantaran menyimpan sabu-sabu.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim mengatakan, penangkapan keduanya berawal saat polisi mendapatkan informasi dari masyarakat soal dugaan peredaran sabu-sabu di kawasan Cipadu, Kota Tangerang. Kemudian, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Selama dua pekan memantau, polisi akhirnya menemukan titik terang bahwa peredaran sabu berkembang hingga Jakarta. Selama pemantauan kosannya akhirnya ditemukan RN dan DN, kemudian kami tangkap,” ujarnya dalam jumpa pers di kantor Polres Metro Tangerang Kota, Jumat (30/8).

 Dari penangkapan kedua komedian itu, petugas menemukan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu seberat 0,97 gram beserta sebuah alat hisap atau bong. “Dari hasil pemeriksaan kedua tersangka ini bahwa sabu yang mereka miliki diperoleh dari RL yang sampai saat ini masih kami kejar,” kata mantan direktur Reskrimsus Polda Banten itu.

Abdul menuturkan, RN dan DN merupakan artis yang aktif mengisi acara stand up comedy. Sementara RL yang merupakan pemasok sabu-sabu kepada RN dan DN yang kini masih dalam pencarian. “ Kedua tersangka masih aktif beberapa kali ikut stand up comedy tingkat nasional,” bebernya.

Hingga kemarin, Abdul mengaku belum menerima permintaan rehabilitasi dari kedua komedian tersebut. Keduanya mengonsumsi sabu-sabu agar tampil percaya diri di atas panggung. “Pengakuan keduanya menggunakan sabu agar percaya diri saat tampil,” katanya.

Sementara itu, tersangka RN mengaku kegiatan stand up comedy sangat menguras tenaga dan pikiran. Ia biasa membeli sabu-sabu dari bandar berinisial RL untuk digunakan sebelum tampil. “Biasanya kita pakai sebelum manggung untuk meningkatkan stamina dan biar lebih percaya diri lagi saat menghadapi penonton di televisi. Sudah setahun belakangan ini pakai,” ungkap RN tertunduk malu.

Dengan wajah yang hanya tertutup penutup mulut, RN maupun DN yang mengenakan baju tahanan warna oranye dan celana panjang gelap hanya bisa tertunduk lesu. Kini, keduanya mendekam di ruang tahanan Polres Metro Tangerang. Akibat perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 114 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman enam hingga 20 tahun penjara. (one/nda/ira)