Nyeduh Kopi di Sela Kerja, Syafrudin Sebut Kopi Menyehatkan dan Tumbuhkan Ekonomi

Kopi tak lagi jadi minuman biasa. Kenikmatan seduhan biji kopi hitam ini sudah menjadi bagian gaya hidup bagi sebagian masyatakat Kota Serang.

Tak terkecuali Walikota Serang Syafrudin. Di sela-sela kesibukannya mengemban amanah masyarakat Kota Serang, ia meluangkan waktunya untuk sekadar menikmati kopi hitam tanpa gula.

Sabtu (16/11) siang, Walikota dengan jargon Aje Kendor ini mendatangi kedai Kopi Bewok di Cikulur, Kaujon, Kota Serang. Di tengah terik yang menyengat, Syafrudin datang untuk minum kopi. Ngopi siang itu juga diselingi perbincangan dengan Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Kota Serang.

Perbincangan santai itu mengulas soal potensi kedai kopi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Serang. “Saya kira kedai Kopi di Kota Serang mulai menjamur. Nampaknya tepat sekali karena Kota Serang warganya kebayakan penikmat kopi,” ujar Syafrudin.

Ia menyebut, warga Kota Serang baik di perkotaan atau perkampungan banyak penikmat kopi. “Jangankan ada di kota, di luar Kota Serang saja masih dicari. Jadinya adanya kedai kopi di Kota Serang ini semakin banyak semakin bagus,” ujar pria yang mengawali karirnya sebagai guru SD di Pulau Ampel 1982 silam ini.

Syafrudin yang juga hobi meminum kopi hitam menyebut kopi menyehatkan. Hanya saja, pengelohannya harus benar. “Ini manfaatnya luar biasa karena kopi ini tidak menjadi penyakit. Kopi itu kalau asli malah menjadi obat,” ujar Syafrudin yang siang itu memilih merosting dan menyeduh secara langsung kopi Baduy.

Tak hanya dinikmati sebagai minuman sehari-hari, ucap Syafrudin, kopi menjadi komoditas yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Apalagi dengan keberadaan kedai Kopi yang mulai tumbuh di Kota Serang. “Saya kira dari kedai kopi ini juga ada manfaatnya, dan dapat ada perkembangan perekonomian di Kota Serang ini,” ucapnya.

Keberadaan kedai kopi dinilainya punya efek domino terhadap sektor ketenagakerjaan. Banyak kedai kopi, maka banyak tenaga kerja yang terserap. “Dari perputaran ekonomi kalau kedai kopi di Kota Serang semakin banyak, pengangguran juga akan berkurang,” kata Syafrudin.

Pria kepahiran 9 Januari 1965 ini mengaku akan mendukung pertumbuhan kedai kopi sebagai potensi mendongkrak ekonomi. Dukungan akan diberikan dengan memberi kemudahan kepada pengusaha yang akan membuka kedai kopi. “Dukungan dari Pemkot, dari sisi perizinan baik itu SITU, SIUP, PDP dan lain-lain yang sifatnya untuk menunjang kedai kopi ini, saya gratiskan,” ucapnya.

BUKA LAPANGAN KERJA

Keberadaan kopi dinilai masuk sebagai salah industri kreatif yang terus bergerak maju. Ketua DPC HIPPI Kota Serang Isbandi mengatakan, hadirnya usaha-usaha kreatif di Kota Serang itu punya dampak yang cukup baik. Baik terhadap dampak perekonomian Kota Serang dan masyarakatnya.

Selain itu, industri kreatif termasuk kedai kopi dapat membuka lapangan kerja. “Tadi dikatakan oleh Walikota Serang bisa juga membuka peluang kerja yang bisa menanggulangi masalah pengangguran yang selama ini berkembang selolah-olah Banten yang terendah,” ujarnya.

Isbandi menyambut baik dukungan yang diberikan Pemkot Serang. “Mudah-mudahan dengan munculnya bisnis-bisnis kreatif dikalangan pengusaha pribumi itu menjadi kesempatan utama untuk bisa membangkitkan ekonomi daerah,” cetusnya.

Menurutnya, kebijakan Pemkot Serang sudah cukup baik dalam mendorong industri kreatif di Kota Serang. “Kami melihat sudah ada gereget untuk mendorong bagaimana tumbuh kembangnya pengusaha-pengusaha pribumi untuk mengembangkan usahanya secara kreatif,” katanya.

“Tinggal kita bagaimana caranya memanfaatkan peluang itu sebagai sebuah usaha nanti yang akan menjadi sentral bisnis di Kota Serang ke depan,” sambung mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Pemilik kedai Kopi Om Bewok Rendra Prasetya mengatakan, ada sekira 85 kedai kopi di Kota Serang. “Potensinya sangat besar, teman-teman yang sudah mulai berkecimpung di usaha kedai kopi sudah mulai tumbuh, juga untuk calon investor lain silahkan,” ujarnya.

Ia berharap para pengusaha kedai kopi terus semangat untuk meningkatkan kualitas. “Yang pasti saya inginnya brand lokal, istilahnya brand Kota Serang yang dikelola oleh warga Kota Serang,” tambah pria yang akrab disapa Om Bewok ini. (Ken Supriyono)