1. Menciptakan Kompetisi Sehat

Sebagai salah satu upaya menumbuhkembangkan iklim kompetisi yang sehat di lingkungan para pelajar tingkat SMA, Dinas Pendidikan Provinsi Banten menggelar Olimpiade Olahraga Siswa (O2S). Melalui ajang ini, Dinas Pendidikan Provinsi Banten mencoba mengajarkan kompetisi sehat pada pelajar sehingga bisa menyerap dalam kepribadiannya.

Kegiatan yang diikuti oleh 368 siswa SMA yang berasal dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Tangerang Raya, dan Kota Serang ini pun bertujuan untuk menjaring peserta didik unggul di jenjang pendidikan menengah ini dalam bidang olahraga untuk disiapkan menjadi tim O2S pada ajang tingkat nasional.

Kepala Dinas Pendidikan  Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, kegiatan tersebut sebagai ajang melatih mental para pelajar untuk siap berkompetisi dan berprestasi. Ini dianggap perlu agar para pelajar lebih siap dalam menghadapi apapun dan bisa menjalani dengan baik, bukan menghalalkan segala cara.

Masih menurut Engkos, dengan adanya ajang kompetisi seperti ini, para pelajar selain mendapatkan pengalaman, meraih prestasi, namun mempelajari nilai-nilai sosial yang terkandung dalam setiap bidang lomba yang dikompetisikan.

“Siswa bisa mempelajari akan pentingnya nilai sportifitas, belajar tetap tenang meski mengalami kekalahan, belajar rendah diri meski menjadi pemenang, belajar menghargai usaha orang lain, belajar pentingnya kebersamaan dan kerjasama tim, dan belajar nilai-nilai sosial lainnnya yang terkandung dalam setiap mata lomba,” ujarnya.

Terlepas dari semua itu, ajang ini merupakan ajang untuk mempersiapkan siswa perwakilan Banten yang akan mengikuti ajang O2S tingkat nasional. Dengan melalui kompetisi seperti ini, pemerintah bisa mengetahui kompetesi dan kualitas pelajar yang akan membawa nama Banten diajang nasional tersebut.

“Saya menargetkan bisa masuk lima besar saat siswa perwakilan Banten mengikuti O2S siswa SMA tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta, Agustus mendatang. Kita yakin dengan usaha, kita bisa masuk lima besar tingkat nasional nanti,” ujar Kosasih.

2. Hanya Siswa Terpilih

Sementara itu, Ketua Pelaksana O2S tingkat Provinsi Banten Isnen mengatakan, ajang ini mempertandingkan sembilan cabang  olahraga yang dilangsungkan di beberapa lokasi. Cabang olahraga taekwondo, karate, tenis meja, catur, bola voli dan pencak silat diselenggarakan di Hottel Marbella, kemudian atletik dilaksanakan di lapangan PT Krakatau Steel (KS) Kota Cilegon, selanjutnya, bulu tangkis di Gor ASA Sport Center Kota Cilegon, sedangkan renang di Taman Kopassus, Kota Serang.

Adapun peserta olahraga yang mengikuti ajang ini adalah mereka yang masuk dalam kejuaraan O2S tingkat kabupaten dan kota dan telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Dengan demikian, para peserta yang mengikuti ajang ini adalah peserta yang mendapatkan rekomendasi dari pihak dinas pendidikan kota atau kabupaten untuk mewakili daerah pada O2S tingkat Provinsi Banten.

Isnen pun memastikan pelaksanaan kegiatan itu berjalan dengan lancar. Sebab, berbagai macam kebutuhan sudah disiapkan secara maksimal. Ia pun berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. “Alhamdulillah, berbagai persiapan penyelenggaran O2S sudah oke,” katanya.

Asda III Provinsi Banten Widodo Hadi menilai ajang seperti ini tidak hanya menjadi ajang merebut title juara, namun, juga menjadi kesempatan untuk melatih berfikir dan memperkuat tali persaudaraan. “O2S memang sebuah perlombaan, tetapi pada intinya kesempatan untuk belajar para siswa,” katanya.

Widodo pun berharap, pelaksanaan O2S Provinsi Banten bisa berjalan dengan lancar dan menghasilkan atlet-atlet terbaik untuk bisa mewakili Provinsi Banten pada tingkat nasional yang akan dilaksanakan Agustus nanti di Jakarta. Ia pun mengajak semua peserta untuk tetap semangat untuk memperoleh prestasi dalam bidang pendidikan. “Semangat kebersamaan dan sportifitas tetap harus kita jaga,” ujarnya.

Widodo melanjutkan, untuk diketahui, untuk mengharumkan nama Provinsi Banten, bisa menggunakan berbagai macam cara, tentunya dengan cara-cara yang positif. Salah satunya dengan mengikuti ajang kompetisi tingkat nasional seperti ini.

Dengan itu, Widodo berharap hal tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi bagi para pelajar SMA yang mengikuti ajang perlombaan ini untuk bisa berprestasi namun dengan cara yang sportif. Tidak mencedarai makna sesungguhnya dari juara itu sendiri. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)