Obat Kuat Pembawa Petaka

Love Story

0
1975
Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Akibat Viagra

Bukan lagi sebuah rahasia, jika banyak pria yang rela melakukan apa saja agar terlihat perkasa di tempat tidur. Mulai dari membesarkan ukuran si junior, hingga mengonsumsi obat kuat. Ini pun dilakukan oleh Joni (56), nama samaran, ia mengonsumsi dewa dari segala obat kuat, viagra. Sayangnya, rumah tangganya bersama Wati (43), juga nama samaran, menjadi terpecah belah gara-gara obat itu.

Apa yang terjadi dengan Joni bisa dikatakan sebuah tragedi. Joni meyakini jika apa yang terjadi adalah sebuah kecelakaan, namun Wati menuding itu sebuah perselingkuhan. Setidaknya itulah yang dituliskan dalam gugatan cerai Wati di Pengadilan Agama. Pegawai swasta di Jakarta ini menilai Joni telah mengkhianati cintanya. “Saya tidak selingkuh, itu kecelakaan. Saya sudah jelaskan kepadanya, tapi penjelasan saya tidak masuk logika berpikir Wati,” jelas Joni.

Pemilik sejumlah toko jamu di Serang ini kemudian menjelaskan duduk perkara kasus perceraiannya. Ini dimulai dengan persoalan medis Joni, di mana keperkasaannya berkurang lantaran faktor usia. “Saya ini semakin lemah, itu ketahuan sejak usia kepala empat. Nah, sesudah usia saya kepala lima, saya ampun-ampunan karena si junior sudah tidak menurut kepada saya. Disuruh bangun malah tiduran terus,” aku Joni.

Selain karena faktor vitalitas, pola rumah tangga Joni dan Wati pun terbilang kurang sehat. Intensitas pertemuan mereka telah lama ini jarang terjadi. Ini gara-gara Wati yang bekerja di luar kota serta Joni yang kerap mengontrol toko-tokonya hingga dini hari.

Setiap kali Wati di rumah, Joni jarang ada untuk menemani. Begitu pula sebaliknya, Joni yang biasa bangun tidur di siang hari hampir tidak pernah ditemani istrinya di sisi ranjang. “Kami seperti magnet dari kutub yang sama. Kalau saya di rumah dia tidak ada, begitu juga kalau Wati di rumah saya yang tidak ada,” terangnya.

Karena persoalan ini, Joni dan Wati pergi ke dokter spesialis. Mereka mendatangi dokter seksologi untuk berkonsultasi terkait pola rumah tangga dan juga penurunan vitalitas keperkasaannya. Ketika itu, sang dokter kesulitan untuk memberikan nasihat tentang pola hubungan rumah tangga pasangan ini. Namun tentang penurunan vitalitas Joni, sang dokter merekomendasikan obat dewa kuat alias viagra untuk dikonsumsi. “Dokter meyakini obat tersebut sebagai solusi terbaik. Saya disuruh minum viagra, ya sudah saya konsumsi,” ujarnya.

Menurut kepada instruksi dokter, diminumlah obat itu. Pengalaman pertama Joni, si obat membuat jantungnya berdebar-debar. Ia pun jadi gemetaran, takut jika obat itu membuatnya mengalami gangguan jantung.

Namun ketakutan itu sirna setelah melihat junior terbangun dari tidurnya. Hip hip hore, Joni kegirangan melihat keajaiban khasiat obat viagra. Ia pun merayakannya dengan melakukan hubungan suami istri dengan Wati. Hasilnya pun tidak mengecewakan, untuk pertama kali dalam belasan tahun, ia bertahan di atas ranjang dalam kurun 15 menit. “Untuk lelaki seusia saya, 15 menit itu lama. Meskipun dengan jantung berdebar-debar, tapi saya puas sekali,” katanya.

Ow ow ow, saat itu Joni melihat dunia begitu indah. Terlebih ketika dirinya melihat ekspresi istrinya yang penuh keringat dan tergeletak kehilangan tenaga di atas kasur. “Akhirnya setelah bertahun-tahun, saya merasakan keperkasaan kembali lagi,” ujarnya.

2. Kecelakaan

Karena itu, ia ingin mencobanya kembali. Di akhir pekan, ia telah membuat janji dengan istrinya untuk kembali berhubungan suami istri. Lalu hari-hari yang dinanti tiba, Joni sudah menyimpan obat viagra yang ia beli dari apotik. Rencananya, ia ingin menikmati keperkasaannya kembali di pagi hari. “Seks di pagi hari kan sensasinya berbeda,” ujarnya.

Karena itulah ia meminum obat tersebut, hanya saja rencana yang telah ia susun buyar. Tiba-tiba saja Wati diminta untuk kembali ke kantor lantaran ada audit dari tim internal perusahaan. “Baru saya teguk satu pil, Wati ditelepon orang perusahaan. Dia disuruh segera ke Jakarta karena data-data keuangan dia yang pegang,” katanya.

Lalu, terjadilah awal mula petaka rumah tangga mereka. Joni terbengong-bengong melihat istrinya mandi dan langsung pergi dari rumah. Sambil melihat kepergian Wati, junior sudah bereaksi, ia menegang tanpa kompromi.

Joni uring-uringan, ia tidak tahu cara membuat junior tidur. Ia lalu menghubungi dokter untuk meminta petunjuk, tapi sang dokter malah memintanya minum obat tidur. “Saya disuruh minum obat tidur, dengan harapan kalau tidur junior juga ikut tidur,” terangnya.

Namun harapan si dokter dan Joni tidak terkabulkan, Joni mengamuk dan semakin mengeras. Joni sampai guling-guling menahan sakit lantaran ulah si junior yang tidak mau diajak kompromi.

Dalam kondisi panik, Joni gelap mata. Ia lari ke kamar mandi untuk menyentuh dirinya sendiri. Tapi cara itu pun tidak mempan, ia semakin panik. Tidak lama kemudian datanglah pembantunya, sebut saja Bunga (48). Joni meminta pertolongan kepada Bunga, ia mengiming-imingi uang ratusan ribu jika Bunga mau menolongnya.

Awalnya Bunga kebingungan, namun pada akhirnya Bunga menurut. Ia bersedia menjadi pelampiasan Joni dengan alasan medis. “Saya bilang kalau tidak dilampiaskan bisa mati. Sebab jujur saja, selain si junior yang tegang, jantung saya pun berdegup kencang sekali,” katanya.

Akhirnya, tidurlah Bunga dan Joni di ranjang yang sama. Joni sampai lebih dari 30 menit untuk membuat si junior kelelahan. Keesokan harinya, kejadian saat itu langsung menyebar. Bunga yang comel berbicara kepada tetangga jika sang majikan napsu besar kepadanya.

Kabar ini pun terdengar oleh Wati. Lalu ia melaporkan informasi ini ke pengadilan agama dalam bentuk gugatan cerai. “Makanya ini saya katakan sebuah kecelakaan. Daripada nyawa saya melayang, lebih baik dilampiaskan kepada yang ada saja,” aku Joni, Alamak. (RB/quy/zee)