Obat-obatan Ilegal Masih Beredar di Banten

0
103
Obat Ilegal
Ilustrasi/Inet

SERANG – Obat-obatan ilegal saat ini masih beredar. Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang menekankan agar semua lapisan masyarakat ikut serta dalam upaya pemberantasan obat-obatan ilegal tersebut. Berdasarkan data hingga bulan September 2017, Direktorat Narkoba Polda Banten dan enam polres di wilayah hukum Polda Banten berhasil mengungkap 23 kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Kepala BPOM Serang Nurjaya Bangsawan mengatakan, maraknya peredaran obat ilegal harus disikapi serius. Pihaknya, melakukan pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat. “Indikator keberhasilan dari aksi nasional ini adalah tidak ada lagi peredaran secara ilegal dan penyalahgunaan obat-obatan terutama di wilayah Banten,” ujarnya saat acara pencanangan aksi nasional pemberantas obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Hotel Ratu, Kota Serang, Rabu (4/10).

Selain itu, kata dia, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar memberikan dukungan dan komitmennya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan obat. “Ini perlu komitmen bersama dalam menekan peredaran obat-obatan ilegal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Direktorat Narkoba Polda Banten AKBP Ade Kusnadi mengatakan, perdagangan gelap dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, obat-obatan dan bahan berbahaya masih menjadi ancaman. “Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, 23 kasus telah berhasil diungkap. Semua wilayah rawan penyalahgunaan narkoba, untuk itu perlu upaya lebih keras agar semua bisa diungkap,” katanya.

Menurut data yang dimilikinya, dari 23 kasus tersebut merupakan hasil pengungkapan yang dilakukan terdiri dari, Polda Banten sebanyak tiga kasus, Polres Kota Tangerang empat kasus, Polres Serang enam kasus, dan Polres Cilegon lima kasus. Kemudian Polres Pandeglang satu kasus, Polres Lebak satu kasus, serta Polres Serang Kota sebanyak empat kasus. “Dari 23 JTP (jumlah tindak pidana), 15 di antaranya telah masuk kategori JPTP (jumlah penyelesaian tindak pidana),” katanya. “Adapun peran 33 tersangka itu terdiri atas produsen sebanyak dua orang, bandar satu orang dan pengedar 30 orang,” sambung Ade.

Sedangkan, bila dikelompokan dalam bidang bekerjaan adalah pelajar lima orang, karyawan swasta lima orang, wiraswasta 15 orang, pengangguran empat orang, ibu rumah tangga satu orang dan profesi lainnya tiga orang. Untuk menekan praktik penyalahgunaan obat-obatan terlarang Polda Banten kini sedang gencar melakukan upaya penindakan dan pencegahan. “Sasaran narkoba itu ingin menghancurkan generasi muda. Kalau generasi muda sudah hancur maka negara juga hancur,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)