Objek Wisata ‘Negeri di Atas Awan’ Gunung Luhur

    Dongkrak Ekonomi Masyarakat Citorek Kidul

    Ramainya wisatawan yang mengunjungi objek wisata ‘Negeri di Atas Awan’ Gunung Luhur membawa berkah bagi masyarakat. Mereka bisa berjualan berbagai jenis makanan, minuman, suvenir, dan menyewakan tenda untuk wisatawan.

    MASTUR – Lebak

    Kondisi geografis wilayah Lebak yang berbukit dan hutan yang luas menjadi anugerah bagi masyarakat Lebak. Tidak sekadar menjadi sumber air dan oksigen bagi makhluk hidup, hutan dan perbukitan di Lebak memiliki pesona yang menarik wisatawan. Beberapa objek wisata alam yang ramai dikunjungi, di antaranya hutan pinus, air terjun, pemandian air panas alam, pantai, dan Gunung Luhur di Citorek Kidul.

    Objek wisata ‘Negeri di Atas Awan’ di Gunung Luhur ini sedang ramai diperbincangkan warganet. Kondisi tersebut berkat keindahan alam yang tersaji dari atas ketinggian bukit Gunung Luhur yang terletak di wilayah Lebak selatan. Berkembangnya pariwisata ‘Negeri di Atas Awan’ di Gunung Luhur membawa dampak positif terhadap masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut.

    Kini, mereka bisa berjualan berbagai jenis makanan, minuman, suvenir, dan kayu untuk membuat perapian agar tetap hangat. Mengingat, suhu udara di Gunung Luhur cukup dingin. Tidak hanya itu, warga juga menyewakan tenda kepada wisatawan yang ingin bermalam di Gunung Luhur. Apalagi, momen terbaik untuk menikmati pemandangan gumpalan asap putih yang menutupi lembah dan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yaitu di pagi hari mulai pukul 5.30–8.00 WIB.

    Kepala Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber Narta mengatakan, lebih dari 30 masyarakat Citorek Kidul berjualan makanan dan minuman di lokasi tersebut. Mereka dengan ramah melayani para pengunjung yang ingin menikmati keindahan ‘Negeri di Atas Awan’ di atas bukit Gunung Luhur. Tidak hanya pedagang, pemerintah desa dan Karang Taruna juga memberdayakan belasan masyarakat untuk menjadi juru parkir, penjaga toilet, keamanan, dan penjaga loket.

    Untuk itu, dampak ekonomi dari keberadaan objek wisata ‘Negeri di Atas Awan’ telah dirasakan masyarakat. Bahkan, sebagian hasil tiket, parkir, sewa tenda, dan penghasilan lainnya digunakan untuk pengembangan lokasi wisata serta pendapatan asli desa (PADes). “Saya bersyukur, objek wisata ‘Negeri di Atas Awan’ telah memberikan berkah bagi perekonomian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani,” ungkapnya.

    Ke depan pengelola tempat wisata akan terus melakukan pembenahan dan penataan. Jika sekarang hanya ada tiga pintu toilet maka akan ditambah. Demikian juga dengan penginapan dan lahan untuk perkemahan. Tujuannya, supaya para pengunjung yang datang ke Citorek Kidul merasa nyaman sehingga mereka datang kembali ke sini bersama keluarga dan rekan-rekannya. “Pemkab Lebak sendiri telah memberikan support kepada pemerintah desa dan karang taruna. Bahkan, Bupati Iti Octavia Jayabaya datang langsung ke sini bersama Wakil Bupati Ade Sumardi untuk menikmati panorama alam yang sangat indah ini,” jelasnya.

    Pengembangan objek wisata ‘Negeri di Atas Awan’ di Gunung Luhur, sejalan dengan visi Bupati Iti Octavia Jayabaya, yakni menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal. Visi Bupati dan Wakil Bupati 2019–2024 tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk menjadikan Gunung Luhur sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Apalagi, objek wisata ini dinilai tidak kalah indahnya dengan ‘Negeri di Atas Awan’ di daerah lain yang telah populer terlebih dahulu. “Pariwisata akan menjadi pemantik perekonomian masyarakat di daerah. Karena itu, setiap desa harus mengoptimalkan potensi wisata yang dimilikinya agar tumbuh dan berkembang. Terpenting dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat dan kemajuan desa itu sendiri,” ujarnya.

    Selain memiliki objek wisata alam Gunung Luhur, Citorek Kidul juga memiliki potensi wisata air terjun di kawasan TNGHS. Namun, akses jalan ke lokasi tersebut masih jalan setapak dan jaraknya kurang lebih lima kilometer. “Jalannya masih belum memadai. Tapi, ke depan akan kami kelola sehingga menjadi satu paket wisata dengan ‘Negeri di Atas Awan’,” harapnya.

    Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin menyatakan, pembangunan di bidang pariwisata menjadi prioritas Bupati Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Ade Sumardi lima tahun ke depan.

    Keduanya meyakini, bangkitnya industri pariwisata di daerah akan menjadi pemantik tumbuhnya perekonomian masyarakat di 28 kecamatan. (*)