SERANG – Objek wisata Danau Tasikardi di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dinilai minim fasilitas hiburan. Danau buatan jaman kesultanan Banten seluas lima hektare itu tak dikelola secara maksimal.

Pantauan Radar Banten, Minggu (3/3), suasana Tasikardi tampak ramai. Mobil-mobil wisatawan berjejer terparkir di halaman depan. Para pedagang makanan dan mainan anak-anak memadati areal jalan pinggir danau.

Pengelola wisata Danau Tasikardi Muhammad Arsyad mengatakan, fasilitas hiburan di wisata danau Tasikardi masih minim dan tidak dikelola secara serius. “Fasilitasnya kurang lengkap, enggak ada bebek-bebekan, pagar juga belum selesai dibangun,” kata Arsyad saat ditemui Radar Banten di Wisata Danau Tasikardi.

Meski begitu, kata Arsyad, pengunjung wisata Danau Tasikardi mengalami peningkatan. Setiap pekannya, sekira 100 pengunjung datang ke wisata danau Tasikardi. Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Serang, Pandeglang, Tangerang, dan Cilegon. “Sejak jalan selesai dibangun 2017, para wisatawan mulai ramai datang ke sini,” akunya.

Arsyad berharap, pemerintah serius mengelola situs sejarah Danau Tasikardi dengan melengkapi fasilitas hiburan. “Kalau fasilitasnya lengkap, kami juga semangat,” ujarnya. (Haidaroh)