ODGJ, Gelandangan, dan Pengemis Ditertibkan

0
150 views
Petugas menertibkan ODGJ yang berada tepat di depan Kantor Pajak Kota Cilegon, di Jalan Ahmad Yani, Nomor 126, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Jumat (2/8). Foto Bayu/Radar Banten

CILEGON – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial (Dinsos) menertibkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), gelandangan, dan pengemis di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon, Jumat (2/8). Operasi dilakukan dari Simpang Tiga Land Mark hingga simpang empat Pondok Cilegon Indah (PCI).

Sejumlah ODGJ, gelandangan, dan pengemis yang tertangkap dimasukkan ke kendaraan yang telah disiapkan. ODGJ ditertibkan menggunakan kendaraan yang berbeda dengan gelandangan dan pengemis. 

Untuk bisa mengajak ODGJ naik ke dalam mobil, petugas tampak berpura-pura mengajak jalan-jalan, makan-makan, dan sejumlah alasan lain. Tanpa perlawanan, para ODGJ pun mau dibawa oleh petugas.

Kasi Dalops pada Satpol PP Kota Cilegon Suroto menjelaskan, penertiban itu merupakan kegiatan rutin setiap bulan. Kegiatan seperti itu dalam sebulan bisa dilakukan sebanyak tiga kali. “Karena di Dinsos juga ada program yang sama, kita lakukan bersamaan,” ujar Suroto, di PCI, Jumat (2/8).

Ia melanjutkan, kegiatan itu merupakan bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2003 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K-3) Kota Cilegon. Usai ditertibkan, ODGJ, gelandangan, dan pengemis dibawa untuk mendapatkan pembinaan oleh Dinsos Kota Cilegon. “ODGJ akan dibawa ke panti rehabilitasi, sedangkan gelandangan dan pengemis dibawa ke rumah singgah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Hidayatullah menjelaskan, dalam operasi gabungan itu sebanyak sembilan ODGJ dan 13 gelandangan dan pengemis berhasil ditertibkan.

Pasca penertiban, penanganan selanjutnya yaitu dengan mengirimkan ODGJ ke panti rehabilitasi. Sedangkan gelandangan dan pengemis dibawa ke rumah singgah untuk didata dan dilakukan pembinaan. “Kalau ternyata berasal dari luar Kota Cilegon maka akan kami serahkan ke Dinsos daerah masing-masing, kalau dari Kota Cilegon akan diserahkan ke kelurahan,” ujar Hidayatullah.

Berdasarkan hasil pendataan, dari keseluruhan yang terjaring razia, hanya tiga orang yang tercatat sebagai warga Cilegon. Ketiganya berasal dari Kecamatan Jombang, Pulomerak, dan Ciwandan.

Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi kembalinya para ODGJ, gelandangan, dan pengemis, Dinsos Kota Cilegon akan membentuk satgas yang bertugas melakukan monitoring dan pendataan. “Satgas mulai bekerja September di tiga titik yaitu PCI, Damkar, dan Alun-alun, untuk penegakan perda tetap Satpol PP,” ujarnya.

Dinsos Kota Cilegon, menurut Hidayatullah menargetkan Kota Cilegon bersih dari anak jalanan, gelandangan, pengemis, ODGJ, dan wanita pekerja seks (WPS) pada 2020 mendatang. Pembentukan satgas itu merupakan salah satu dari upaya mewujudkan target tersebut. (bam/ibm/ags)