ODP Asal Patia Meninggal

Kapolsek Patia AKP M Samsuri memberikan arahan kepada warga soal protokol pemakaman di Desa Babakankeusik,Kecamatan Patia, Rabu (13/5).

Bepergian dari Zona Merah

PANDEGLANG – B (25) berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19, warga Kampung Pematangbinglu, Desa Babakankeusik, Kecamatan Patia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Banten, Selasa (12/5) pukul 20:00 WIB.

B santri yang mondok di Ponpes  Kampung Kepuh, Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran ini mengalami gejala Covod-19. Seperti demam, batuk berdahak, mual, dan sakit tenggrokan, setelah sempat bepergian ke Kecamatan Carita sebagai zona merah.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Puskesmas Patia Sri Rejeki mengatakan, pihaknya bersama pihak Polsek Patia, Koramil Pagelaran, dan Camat Patia Cecep Rohman tengah mendampingi petugas melakukan pemakaman jenazah. “Jenazah dimakamkan hari ini (kemarin) pada pukul 11.30 WIB. Proses pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19,” katanya.

Koordinator Surveilans Penanganan Covid-19 Puskesmas Patia Ana Sumarna membenarkan kejadian meninggalnya ODP tersebut. Ana menerangkan, alamarhum terindikasi adanya Covid-19 setelah diketahui pemeriksaan, dengan gejala demam, batuk berdahak, tenggorokan sakit, mual dan hasil rapid reaktif. “Saat ini kita masih nunggu hasil swab tes untuk memastikan,” katanya.

Ana menceritakan, saat pasien sakit di ponpes pulang dan tinggal di rumahnya selama sepuluh hari. “Pasien diketahui setelah berobat ke mantri terdekat, dan dianjurkan untuk cek laboratorium dan rontgen. Sementara hasil rontgen dinyatakan flek paru, dan juga ada riwayat TBC (Tuberkulosis) sebagai penyakit penyerta. Namun alamarhum sebelum sakit sempat ke Labuan dan Carita,” katanya. (her/ibm)