Ogah Disentuh, Rumah Tangga Mince Bubar (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Istilah janda kembang diberikan untuk janda yang masih perawan. Banyak penyebab mengapa ada seorang janda tidak pernah disentuh suami kala berumah tangga. Biasanya sih karena ditinggal meninggal suami, tidak lama setelah menikah. Tapi pada rumah tangga Mince (19), nama samaran, ia tidak ditinggal sama sekali oleh Joy (30), nama samaran suami Mince.

Apa yang terjadi pada rumah tangga Mince dan Joy betul-betul tidak patut ditiru. Rumah tangga mereka sempat menjadi sorotan masyarakat lantaran berjalan tidak sebagaimana mestinya. Meskipun tinggal satu atap, namun kehidupan mereka berbeda satu sama lain. Parahnya, Mince terang-terangan berhubungan dengan laki-laki lain, begitu juga Joy. “Tidak ada yang bisa diselamatkan dari rumah tangga kami. Sejak awal memang sudah enggak bener,” Joy.

Sejak awal menikah, tidak pernah ada komunikasi yang sejalan antara mereka berdua. Lantaran itu, pernikahan Mince dan Joy hanya mampu bertahan selama dua bulan. “Didiskusikan pun percuma, kami berdua memang tidak nyambung satu dengan lain,” terang Joy.

Kasus perceraian Mince dan Joy dapat dimengerti bila dirunut dari awal. Mereka awalnya memang dijodohkan, bukan dari hasil pendekatan atas usaha sendiri. “Saya dijodohkan teman. Dia itu pamannya Neng Mince,” jelasnya.

Perjodohan ini bermula dari keinginan orangtua Mince mencarikan suami setelah lulus sekolah. Kebetulan, Joy yang merupakan tetangga beda satu rumah dengan Mince dan masih jomblo. “Saya diberitahu oleh teman kalau ponakannya sedang mencari suami. Kenapa tidak saya saja? Kan jomblo. Saya bilang begitu kepada teman, dari situlah perjodohan dimulai,” terangnya.

Joy sendiri berprofesi sebagai sopir truk. Ia telah lama tinggal satu kampung dengan Mince, namun belum pernah bertemu satu sama lain. “Lima tahun saya tinggal di kampung Mince, bahkan beli rumah di situ. Selama saya tinggal, jujur belum pernah melihat Mince. Mungkin karena dia anak sekolah jadi tidak saya lirik,” jelasnya.

Singkat cerita, Joy dikenalkan temannya di depan orangtua Mince. Pada pertemuan itu, orangtua Mince terlihat menerima. Tentang pencarian suami, respons orangtua Mince kepada Joy lumayan positif. Pembicaraan mereka pun langsung to the point, pertemuan saat itu berujung pada perjodohan Joy dan Mince.

Lalu Mince sendiri bagaimana saat itu? Sang gadis terlihat tertunduk dan diam saja. Entah karena malu atau apa, Mince sesekali menatap Joy dan kemudian tunduk kembali. “Awal melihat Neng Mince, cantik juga sih. Apalagi baru lulus SMA, lagi segar-segarnya. Makanya saya lumayan kepincut,” terangnya.

Usai pertemuan, Joy diberi waktu satu minggu untuk sekadar perkenalan dengan Mince. Joy sendiri sempat menanyakan tentang perjodohan tersebut, waktu itu Mince mengaku setuju-setuju saja. “Saya kira Mince juga tertarik kepada saya. Masalahnya dia tidak menolak perjodohan itu, meskipun tidak mengiyakan pula,” terangnya.

Setelah satu pekan berlalu, keduanya naik ke pelaminan. Pernikahan berlangsung sederhana, hanya dihadiri beberapa sanak saudara dan tetangga dekat. Bersambung…