Ogah Urus Mertua, Istri Memilih Pisah

Sukses
berkarir tak menjamin kebahagiaan rumah tangga. Hal itu dirasakan Jumroni (39),
nama samaran, dengan mantan istrinya, sebut saja Juminah (36) yang memilih
pisah gara-gara diminta mengurus mertua.

Jumroni termasuk pengusaha sukses bidang mebeler di Jakarta yang tinggal di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang. Ditemui Radar Banten di kediamannya, Jumroni sedang sibuk menjadi bapak rumah tangga, menggendong anaknya yang masih balita. Pengakuan Jumroni, hari itu kebetulan baru pulang dari Jakarta untuk menengok ibunda tercinta. Usai menjelaskan maksud tujuan kedatangan Radar Banten, Jumroni langsung bercerita panjang lebar tentang kegagalannya membangun bahtera rumah tangga sehingga harus berakhir dengan perceraian.

Sudah tiga tahun Jumroni dengan Juminah bercerai. Hanya lima tahun Jumroni mampu mempertahankan rumah tangganya bersama Juminah. Pertemuan Jumroni dengan Juminah yang keturunan Betawi itu terjadi di Pasar Senen, Jakarta. Paras Juminah yang menawan dengan setelan modis, kulit putih, dan tubuh ideal menjadi perhatian Jumroni yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, Jumroni langsung mengajak Juminah untuk berkenalan. “Kebetulan usaha meubel saya waktu itu lagi maju. Jadi, pede (percaya diri-red) aja kalau mau ngedeketin cewek,” akunya bangga. Iya sih percaya.

Usai berkenalan, Jumroni langsung mengeluarkan jurusnya untuk menggaet hati Juminah dengan memancing obrolan. Mulai dari tanya-tanya asal dari mana, anak siapa, tinggal di mana, klimaksnya Jumroni menanyakan status Juminah. Awalnya Juminah bersikap cuek sebelum akhirnya berubah sikap menjadi ramah setelah tahu bahwa Jumroni seorang pengusaha. “Siapa yang enggak mau sama pengusaha muda mapan,” guyonnya. Ini sih namanya materialistis.

Tak perlu lama untuk Jumroni mendapat nomor kontak Juminah. Sejak itu, Jumroni mulai intens berkomunikasi dengan Juminah. Bahkan, Jumroni tidak pernah absen setiap malam menghubungi Juminah lewat telepon. Dari situ keduanya terjalin chemistri dan mulai timbul saling perhatian hingga sudah berani panggil sayang-sayangan. Dua pekan kemudian, mereka janjian ngedate (kencan-red) jalan-jalan keliling Jakarta. “Kalau ingat masa-masa itu, saya rasanya pengen muda lagi,” kenangnya. Ingat umur Mas.

Setelah melewati masa pendekatan, sebulan kemudian mereka akhirnya jadian. Hanya berselang dua bulan setelah jadian, Jumroni mantap memilih Juminah menjadi pendamping hidupnya. Betapa bahagianya Jumroni yang langsung memboyong orangtuanya ke Jakarta untuk melamar gadis pujaannya itu. “Pas saya kenalin ke ibu, Juminah begitu sopan. Bahkan, janji kalau nikah mau merawat dan menjaga ibu saya,” ujarnya. Biasa awal-awal itu suka jaga image Mas.

Mendengar pengakuan Juminah yang bersedia dilamar dan mau merawat sang ibu, Jumroni semakin yakin untuk meminangnya. Sebulan kemudian mereka menikah. Pernikahan mereka pun berlangsung cukup meriah. Awal berumah tangga, sementara mereka tinggal di kontrakan tak jauh dari toko mebel milik Jumroni. Meski tinggal di sebuah kontrakan, rumah tangga mereka berlangsung harmonis. Jumroni menjadi suami yang baik dan perhatian terhadap istri, begitu pun Juminah yang menunjukkan sikap sebagai seorang istri salehah dan perhatian. Tak lama, Jumroni membangun rumah di kampungnya di Cilegon khusus untuk Juminah agar mau merawat ibunya. Rumah megah pun hasil kerja keras Jumroni selesai dibangun. Juminah yang sedang mengandung anak pertama langsung dibawa Jumroni ke rumah baru di kampung halaman. “Saya seminggu sekali pulang nengok istri dan ibu. Waktu itu sih semua baik-baik saja,” ucapnya.

Singkat cerita, anak pertama mereka lahir. Jumroni semakin sering pulang menemani sang istri. Awalnya Juminah juga menunjukkan sikap sebagai menantu yang baik di depan mertuanya. Wajar, pasca melahirkan Juminah banyak dibantu ibu mertuanya. Mulai dari menyiapkan air untuk mandi bayi, sampai membersihkan dan mengganti popok. Pokoknya, Juminah dimanja aja oleh ibu mertua. “Saya benar-benar merasa bahagia waktu itu lihat istri akur sama ibu,” terangnya.

Prahara rumah tangga muncul empat tahun kemudian setelah anaknya memasuki usia balita. Anaknya mulai aktif bergerak ke sana ke mari membawa alamat. Eh kok jadi lagunya Ayu Ting Ting. Maksudnya, karena anaknya yang terlalu aktif membuat sang mertua jatuh sakit karena kelelahan mengasuh. Ibu Jumroni terkena struk ringan dan sudah tidak berbuat apa-apa. Awalnya Juminah mau merawat mertua dengan baik dan sabar. Tiga bulan setelah itu, Juminah mulai mengeluh kelelahan mengurus ibu mertua. Sebetulnya Jumroni mampu menenangkan sang istri saat itu. Tapi, lama-lama Juminah tak tahan dan mengerang terhadap suami. Kesal dengan sikap Juminah, Jumroni pun memaki dan memarahi istrinya. Keributan pun tak dapat dihindari sampai akhirnya keluar ucapan pisah dari Juminah yang membuat suaminya semakin murka. “Daripada mengurus mertua, mending cerai saja,” kata Jumroni menirukan ucapan Juminah saat itu.            

Jumroni yang tidak merasa dihargai istri mengabulkan permintaan Juminah. Sebulan kemudian, mereka resmi berpisah. Juminah pun pulang kembali ke orangtuanya di Jakarta. Sementara Jumroni kini statusnya duda anak satu. Hayo siapa yang mau. Sabar ya Mas, insya Allah dapat pengganti yang lebih baik. Amin. (Haidaroh/RBG)