Oknum ASN Terciduk Berkumpul dan Minum Miras

TANGERANG – Di tengah gencarnya social distancing untuk menekan kasus virus Corona, salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang terciduk petugas kepolisian sedang berada di tempat hiburan malam di Kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Oknum ASN yang diketahui sebagai Kepala Bagian Persidangan di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang berinisial AH itu terciduk dalam kegiatan razia yang dilakukan Polsek Panongan dan unsur Muspika, sekira Selasa (31/3) malam.

AH yang saat itu mengenakan kaos berkerah warna kuning dengan celana jeans terlihat sedang berkumpul dengan sejumlah rekannya di depan salah satu cafe. Ironisnya, di atas meja perkumpulan tersebut selain ada botol mineral, juga terlihat sejumlah botol minuman keras yang habis diminum. Pemandangan tersebut terlihat dalam video saat razia yang beredar di grup WhatsApp wartawan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/4), AH mengaku, ia tidak melakukan kumpul-kumpul bahkan sampai minum minuman keras. Ia berdalih jika dirinya tengah melakukan sosialisasi imbauan pemerintah dan Maklumat Kapolri di depan cafe tersebut

“Malam itu saya bukan lagi kumpul-kumpul, tapi lagi melakukan pencerahan kepada pengelola tempat hiburan yang ada untuk melakukan social distancing,” singkatnya kepada wartawan melalui telepon seluler, Kamis (2/4).

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan, jika ada informasi seperti itu dirinya tidak dapat memberikan banyak tanggapan. “Kalau soal itu saya tidak bisa menanggapinya, soalnya semua orang juga tau kalau dia memang sering nongkrong di tempat seperti itu,” singkatnya ditemui di ruangannya, Kamis (2/4).

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, akan panggil oknum ASN di Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Tangerang yang kedapatan berkumpul dan diduga pesta minuman keras (Miras) di kawawan Citra Raya, Kabupaten Tangerang tersebut.

Pemanggilan itu dilakukan, karena saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengimbau masyarakat agar social distancing untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), yang bersangkutan justru mengumpulkan orang untuk pesta miras. “Nanti saja. Saya akan panggil dulu yang bersangkutan,” kata Maesyal ditemui di ruangannya, Kamis (2/4)

Ditanya apakah tindakan pejabat yang berinisial AH tersebut akan dijatuhi sanksi, Sekda enggan menjawab. Ia hanya mengatakan, “Nanti saya harus bicara dulu sama yang bersangkutan,” katanya dengan singkat. (Wivy)