Oknum Guru Dipergoki Cabuli Murid

Gunakan Perpustakaan Sekolah

SERANG – Oknum guru olahraga Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang berinisial En diamankan ke Mapolsek Baros. Honorer pendidik itu dipergoki sedang mencabuli muridnya di ruang perpustakaan sekolah, Jumat (1/3). 

Informasi
diperoleh, perbuatan cabul En dipergoki oleh wali kelas korban sekira pukul
10.00 WIB. Sebelumnya, En diketahui sedang mengisi mata pelajaran olahraga
untuk siswa kelas IV. 

En
memerintahkan seluruh siswa keluar ruangan. Sesuai instruksi, seluruh murid
berkumpul di lapangan sekolah. Murid lelaki bermain sepak bola, sedangkan murid
perempuan melakukan senam. 

Nah,
saat seluruh murid di luar ruang kelas, En memanggil Yu (10). Lelaki asal
Kecamatan Baros itu membawa korban menuju ruang perpustakan sekolah. Setelah di
ruang perpustakaan, En langsung melucuti pakaian korban.

En
kemudian memaksa korban melayani hasrat seksualnya. Tanpa sengaja, wali kelas
korban memergoki En. “Pas dilihat, celana korban sudah melorot ke bawah,” kata
warga sekitar bernama Bedi ditemui di Mapolsek Baros.

Sadar
telah dipergoki, En pasrah. En terdiam, saat korban dibawa wali kelasnya keluar
ruangan menuju kediaman tokoh masyarakat setempat. “Dibawa ke rumah tokoh
masyarakat. Pas di sana, korban ngakuin dimasukin (alat kelamin En-red).
Katanya, ada kaya air tajin (sperma-red) dari itu (alat kelamin-red) pelaku,”
kata Bedi. 

Kabar
perbuatan mesum En tersebar cepat ke masyarakat. Puluhan warga mendatangi
sekolah. Namun, polisi telah mengamankan En dan membawanya ke Mapolsek Baros. “Informasinya sudah lama, cuma
diraba-raba doang. Cuma memang enggak ada bukti. Kelihatannya, mereka diancam
(en-red),” beber Bedi.

Puluhan
warga yang masih penasaran mendatangi Mapolsek Baros. Mereka mendesak agar En
diproses secara hukum. “Kalau tadi ketemu sebelum diambil polisi, sudah saya
pukuli,” ucap seorang warga.

Puluhan
warga terus berdatangan. Mereka berkerumun di halaman Mapolsek Baros. Warga
akhirnya meninggalkan Mapolsek usai korban bersama orangtua, dan Kepala SDN
Sukacai pergi menuju RSDP Serang.

“Iya, dia (En-red) guru di SDN
Sukacai, dia (En-red) tenaga honorer. Kebetulan, saya baru datang, jadi saya
belum tahu kronologisnya seperti apa,” kata Titi saat berjalan keluar
meninggalkan Mapolsek Baros.

Sementara,
Kapolsek Baros Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dedi Rudiman mengaku berdasarkan
informasi sementara, En telah mencabuli Yu beberapa kali.

“Keterangan dari saksi-saksi guru yang kita mintai keterangan secara lisan, korban dari semenjak kelas dua sering dicabuli oleh pelaku, hingga korban duduk kelas empat,” kata Dedi melalui pesan singkatnya. Namun, korban baru mengakui dicabuli En beberapa minggu terakhir. Korban kepada ibunya kerap mengeluh sakit pada kemaluannya. “Dikhawatirkan adanya amuk massa, kita amanan di kantor,” kata Dedi. (Merwanda/RBG)