Oknum Polisi Diduga Rampok Uang Rp 150 Juta Milik SPBU Ciceri

Belum Sehari, Pelaku Berhasil Dibekuk

SERANG – Oknum polisi berinisial ESS diduga merampok uang Rp150 juta milik SPBU Ciceri, Kelurahan Sumurpecung, Kota Serang, Minggu (29/4) malam sekira pukul 23.30 WIB. Namun, kurang dari 24 jam polisi menciduk oknum polisi berpangkat brigadir itu di kediaman orangtuanya di Kompleks Pasir Indah, Kota Serang, Senin (30/4) pukul 06.30 WIB.

Aksi perampokan itu bermula ketika sebuah mobil Honda Freed warna putih nopol A 805 EL memasuki areal SPBU di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Serang. Setelah berhenti di areal SPBU, seorang lelaki keluar dari mobil lalu menuju toilet umum SPBU.

Setelah kondisi dinilai sepi, oknum polisi yang bertugas di Satreskrim Polres Serang Kota itu mendatangi kantor SPBU. Pelaku menggedor pintu kantor dan meminta karyawan SPBU membuka pintu kantor. Pelaku mengaku sebagai anggota Polres Serang Kota.

Tanpa curiga, pintu kantor SPBU dibuka oleh pegawai SPBU bernama Dady Sudarto. Saat pintu terbuka, pelaku langsung mencekik karyawan SPBU dan menanyakan lokasi penyimpanan uang hasil penjualan BBM. Botol kaca di atas meja disambar oleh pelaku dan ditodongkan ke arah korban.

Lantaran tidak berdaya, korban menunjukkan brankas berisi uang. Pelaku memaksa korban membuka brankas. Setelah terbuka, pelaku menguras uang dalam brankas dan memindahkan uang tersebut ke dalam tas. Pelaku kabur membawa tas berisi uang Rp150 juta menuju mobil.

“Dia keluar dari toilet umum, masuk ke dalam kantor. Enggak lama, teriak (korban-red) maling ke arah mobil warna putih. Saya sempat melempar mobil itu pakai batu,” kata Yahya, juru parkir salah satu rumah makan di samping SPBU.

Usaha korban dan warga sekitar menghentikan pelaku tidak berhasil. Pelaku kabur menuju arah Serang Timur. Tetapi, wajah pelaku berhasil dikenali. “Betul itu orangnya (foto pelaku-red),” kata Yahya saat ditunjukkan foto pelaku.

Sementara, salah seorang pimpinan SPBU Ciceri bernama Nadir mengakui kasus perampokan tersebut. Namun, saat peristiwa tersebut, dia tidak berada di lokasi. “Pas kejadian, saya lagi ada di Jakarta. Jadi, gimana persis kejadiannya, saya kurang tahu,” kata Nadir.

Salah satu sumber Radar Banten di lingkungan Polres Serang Kota menyebutkan, polisi berhasil mengungkap kasus perampokan tersebut. Senin (30/4) pagi, mantan anggota Satresnarkoba Polres Lebak itu ditangkap di kediaman orangtuanya di Pasir Indah, Kota Serang. “Barang bukti uang dan mobil sarana kejahatan sudah di Polres. Pelaku ditahan di Polsek Taktakan,” kata sumber tersebut.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin tidak menepis salah satu anak buahnya menjadi pelaku perampokan. Tetapi, ESS masih belum ditetapkan sebagai tersangka. “Sekarang masih dalam penyelidikan. Belum (tersangka-red). Kami datangi lokasi kejadian, CCTV cuma mati,” kata Komarudin.

Namun, perwira menengah kepolisian itu menegaskan bakal menindak tegas bila terbukti anak buahnya sebagai pelaku kejahatan. “Prinsipnya, siapa pun itu, siapa yang melanggar hukum, akan kita tindak tegas,” ucap Komarudin.

Komarudin mengaku polisi masih mendalami keterlibatan pihak lain pada kasus perampokan SPBU. “Masih didalami (nilai uang yang dirampok-red). Dilaporkan Rp150 juta, kok masih ada sisa di sana (uang di SPBU-red). Ini jadi teka-teki,” kata Komarudin. (Merwanda/RBG)