Oknum Polisi yang Merampok SPBU Ciceri Ditetapkan jadi Tersangka

0
182
Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin (kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Richardo Hutasoit (kanan) menunjukkan barang bukti perampokan SPBU Ciceri, di Mapolres Serang Kota, Rabu (2/5).

SERANG – Masalah ekonomi menjadi persoalan bagi setiap kalangan, salah satunya yang dilakukan oknum polisi berpangkat Brigadir di Satreskrim Polres Serang Kota berinisial ESS yang melakukan perampokan di SPBU Ciceri Kelurahan Sumur Pecung, Kota Serang, Minggu (29/4) sekira pukul 23.30 WIB. Setelah petugas Satreskrim Polres Serang Kota berhasil menangkap pelaku dan mendalami kasus tersebut ternyata pelaku terimpit ekonomi. Hal tersebut sangat mencoreng nama baik lembaga terhormat penegak hukum yakni dalam hal ini Kepolisian.

Informasi yang diperoleh, saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran melakukan pencurian dengan kekerasan dan dijerat dengan pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Tidak melihat siapa yang melakukan tindak kejahatan, Polres Serang Kota akan meneruskan kasus tersebut. Jajaran Polres Serang Kota yang telah mendalami kasus tersebut, bahwa pelaku hanya membawa uang sebesar Rp50 juta di dalam tas korban yang dibawa pelaku bukan Rp150 juta seperti pada pemberitaan sebelumnya.

Dalam peristiwa tersebut korban mengaku kepada petugas kerugian mencapai Rp150 juta. Hal tersebut menjadi ganjalan bagi petugas dan terus melakukan pendalaman, lantaran pengakuan korban dengan bukti yang didapatkan tidak sesuai. Petugas Polres Serang Kota pun menurunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang sekira pukul 09.00 WIB pada Senin (1/5). Saat olah TKP dilakukan, petugas mendapati uang sebesar Rp55 juta di atas kursi yang menjorok ke bawah meja.

Petugas kepolisian Polres Serang saat ini belum bisa memastikan kerugian yang dialami oleh SPBU Ciceri, lantaran pengakuan korban dengan jumlah olah TKP dan barang bukti yang didapatkan dari tangan pelaku itu berbeda. Petugas sampai dengan saat ini masih bekerja sama dengan pihak SPBU untuk mengitung kerugian yang sebenarnya. Namun berdasarkan pendalaman yang dilakukan oleh petugas kepolisian, uang yang dibawa oleh pelaku dan uang yang ada di atas kursi tersebut terdapat kupon bensin yang diakui pelaku dibawa dan dibuang di sepanjang Tol Serang Timur hingga Barat.

Pelaku berpangkat Brigadir itu, saat ini sedang menjalani pemeriksaan psikologi oleh tim psikologi dari Polda Banten. Mengingat petugas harus mendalami motif pelaku yang nekat melakukan hal tersebut. Tidak hanya itu, petugas juga terus mendalami kasus tersebut lantaran petugas kepolisian Polres Serang Kota menilai yang dilakukan oknum polisi tersebut tidak lazim, karena pelaku dalam melakukan aksinya tidak ada persiapan sama sekali.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin tidak menapikan bahwa pelaku perampokan di SPBU Ciceri tersebut adalah anggota Satreskrim Polres Serang Kota berpangkat Brigadir. “Sesuai dengan instruksi pimpinan Kepolisian dalam hal ini Bapak Kapolda Banten. Siapapun yang melakukan tindak kejahatan akan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, sekalipun itu anggota kepolisian,” katanya saat press release di Mapolres Serang Kota pada Rabu (2/5).

Komarudin membeberkan, sebelumnya pelaku baru selesai menjalani hukuman disiplin yang diberikan Polres Serang Kota, lantaran menghilangkan atau mengambil salah satu handphone milik anggota lain. “Kami sempat menduga pelaku ini memiliki penyakit klepto, namun sepertinya bukan. Dengan kasus ini pelaku bukan klepto lagi,” bebernya.

Kata Komarudin, pihaknya sudah melakukan pendalaman dan memeriksa seluruh keluarga dan mendalami latar belakang keluarganya. Mungkin memang ada sedikit masalah ekonomi pelaku tersebut. Pihaknya juga mengecek sisa gaji yang bersangkutan, namun masih ada sisa setelah potongan bank. “Saya rasa itu, salah satu faktor juga kenapa pelaku melakukan hal tersebut. Namun kami masih mendalami hal itu. Yang jelas kami masih mendalami motif tersebut,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Komarudin, pihaknya melakukan pemeriksaan psikologi pada pelaku lantaran Ia menilai, hal tersebut tidak lazim dilakukan di kalangan kepolisian terlebih lagi pelaku tidak mempersiapkan tindakan kejahatan yang dilakukannya. “Dengan terang-terangan pelaku mengakui sebagai petugas kepolisian Serang Kota untuk melakukan kejahatan, dan juga pelaku tidak mempersiapkan senjata dalam melakukan hal tersebut,” katanya.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan lantaran memang menjadi salah satu bentuk komitmen yang harus dilakukan oleh Kepolisian siapapun yang melakukan tindak kejahatan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Hal itu sesuai dengan perintah Pimpinan,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Richardo mengatakan pelaku sudah bertugas menjadi anggota polisi sudah 12 tahun dan sekarang pangkat pelaku adalah Brigadir. Pelaku melakukan perbuatannya dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan hukuman sembilan tahun penjara. “Sebelumnya pelaku bertugas di Mapolres Lebak dan di sana pernah mendapatkan kasus kedisiplinan juga, karena tidak bertugas dan tidak masuk kerja. Pelaku juga sudah menjadi catatan akan dipindahkan menjadi staf, namun sudah kejadian,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah memerintahkan Kapolres Serang Kota untuk memproses secara tuntas. “Saya perintahkan kapolres untuk dalami dan apabila memang terbukti agar diberikan tindakan tegas dan diproses tuntas,” tegas mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu.

Listyo juga mengaku sudah meminta Polda Banten dan jajaran meningkatkan patroli dan menempatkan personel pada titik rawan terutama menjelang bulan Ramadhan. “Agar masing-masing SPBU memasang CCTV dan meningkatkan petugas keamanan,” imbau Listyo.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Banten AKBP Gunawan menegaskan bila ESS terbukti bersalah, ESS terancam dipecat dari statusnya sebagai anggota Polri. “Persidangan (kode etik-red) nanti digelar, setelah putusan pidana inkracht (memiliki kekuatan hukum tetap-red). Biasanya cukup di Polres, tetapi kita (Propam Polda Banten-red) tetap awasi,” kata Gunawan. (Adi/RBG)