Olahan Telur Asin Dikembangkan di Tirtayasa

SERANG – Kabupaten Serang menjadi lokasi program pilot inkubasi inovasi desa pengembangan ekonomi lokal (PIID-PEL) dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Program itu berupa pengembangan usaha pengelolaan bebek dan telur bebek di Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa.

Sabtu (30/11), Kemendes PDTT bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang meresmikan sejumlah fasilitas untuk mendukung program tersebut di Desa Sujung, Kecamatan Tirtayasa. Sarana itu berupa kandang bebek, gedung olahan, dan Pelatihan Pembuatan tepung telur dan kerupuk telur asin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Rudi Suhartanto mengatakan, program merupakan program dari pemerintah pusat. Tujuannya, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat desa. “Ini dalam rangka percepatan pelaksanaan PIID-PEL,” katanya.

Ia mengatakan, program tersebut merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat secara mandiri. Pada akhirnya, kata dia, program tersebut akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat desa.

Tenaga Ahli Inovasi Desa pada Kemendes PDTT RI Ilham Gilang mengatakan, pelatihan pembuatan pangan yang berbasis bebek dan telur bebek harus dilakukan secara berkelanjutan. Supaya, dapat terus berinovasi dalam menciptakan produk biasa menjadi produk unggulan.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Suherman mengatakan, pelaksanaan program PIID-PEL bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di Desa Sujung. Yakni, melalui sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, serta produk berbasis Bebek dan Telur Bebek yang dihasilkan oleh Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) Desa Sujung. (jek/zee/ags)