Olahraga yang Tepat Bagi Lansia untuk Cegah Gagal Jantung

GAGAL jantung merupakan satu dari sebagian besar penyakit yang diwaspadai oleh banyak orang. Meski identik terjadi pada kelompok lanjut usia, tapi sebetulnya gagal jantung bisa menyerang siapa saja. Nah, sebetulnya ada banyak cara mencegah terjadinya kondisi kegawatan ini. Bagi wanita lansia, jalan kaki dikatakan bisa mencegah terjadinya gagal jantung.

Gagal jantung adalah keadaan jantung yang tidak bisa memompa darah secara cukup, yang lalu berakibat pada penumpukan darah pada jantung dan kurangnya peredaran darah ke seluruh tubuh. Hal inilah yang akan menyebabkan berbagai keluhan pada pasien gagal jantung.

“Pasien dengan gagal jantung umumnya mengeluh cepat lelah. Pada kasus gagal jantung tahap awal, maka kelelahan yang terjadi masih minimal. Namun, seiring semakin berat keadaan gagal jantung pasien, maka keluhan mudah lelah juga akan semakin berat,” kata dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter.

Dr. Karin menjelaskan bahwa umumnya pasien mengeluh lelah hanya dengan melakukan aktivitas sehari-hari yang seharusnya tidak melelahkan. Bahkan, pada keadaan gagal jantung tahap akhir, pasien tidak mampu melakukan aktivitas fisik sehari-hari.

Sesak napas juga merupakan gejala yang umum ditemui pada pasien gagal jantung. Mengingat pasien dengan gagal jantung mengalami kegagalan dalam proses pompa darah, hal tersebut dapat menyebabkan akumulasi di ruang jantung dan akhirnya berbalik ke aliran darah paru. Hal inilah yang akan menyebabkan keluhan sesak napas dan mudah lelah.

Gagal jantung sebenarnya dapat dicegah dengan berbagai macam cara. Untuk wanita lansia, salah satu cara untuk mencegah gagal jantung adalah dengan jalan kaki.

Dilansir dari laman Medical News Today, baru-baru ini, sebuah studi mengkaji efek jalan kaki pada wanita lansia dan risiko penanganan gagal jantung. Temuan ini diterbitkan dalam “Journal of American College of Cardiology”.

Peneliti dari Universitas Buffalo, Amerika Serikat (AS), berangkat untuk menyelidiki bagaimana berjalan memengaruhi dua sub-tipe kegagalan jantung. Michael LaMonte ditunjuk sebagai pemimpin studi tersebut.

Para peneliti memeriksa hubungan antara tingkat aktivitas fisik seperti yang dilaporkan oleh 137.303 orang yang terdaftar dalam Women’s Health Initiative, sebuah studi jangka panjang wanita pascamenopause. Kemudian, mereka memperbesar sub-kelompok 35.272 wanita yang hidup dengan salah satu dari dua sub-tipe gagal jantung.

Ditemukan bahwa pada setiap tambahan 30–45 menit aktivitas fisik harian, risiko berkurang hingga 9 persen untuk gagal jantung secara umum. Sementara itu, jalan kaki ternyata memiliki korelasi terbalik dengan risiko penyakit tersebut.

“Ini adalah studi pertama yang menjabarkan bahwa aktivitas fisik seperti jalan kaki, mampu menurunkan risiko gagal jantung pada orang dewasa yang lebih tua, terutama wanita,” kata Michael. (klikdokter/JPNN)