Oleng Saat Menyalip, Elf Terguling di Tol Tangerang-Merak

Ilustrasi

SERANG – Mobil Elf jemputan karyawan Jakarta Lingkar Barat (JLB) mengalami oleng ketika menyalip kendaraan lain. Mobil tersebut akhirnya terbalik di jalan Tol Tangerang – Merak KM 57 pada Kamis 12 April sekira pukul 00.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, Elf dengan nomor polisi B 1678 UDA mengangkut enam orang karyawan Tol JLB, dua sekuriti Tol JLB, dan dua sopir. Melaju dari arah Tangerang menuju Merak setibanya di KM 57, mobil tersebut berusaha menyalip kendaraan di depannya. Lantaran sopir tidak bisa mengendalikan stir, akhirnya terguling ke sebelah kanan jalan.

Mobil tersebut awalnya berada di jalur sebelah kiri atau jalur dua. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh penumpang yang ada di dalam mobil mengalami luka-luka. Bahkan sebanyak tiga orang mengalami luka serius, para penumpang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan perawatan.

Salah seorang korban sekaligus penumpang mobil Elf jemputan JLB Rizat mengatakan, dirinya yang duduk paling belakang tidak mengetahui persis kejadian yang menimpanya, lantaran dia sedang nyenyak tidur. Lantaran penumpang berteriak histeris, dirinya terbangun. Kondisi mobil sudah oleng dan hendak terguling. “Saya tidak tau persis kejadiannya, karena lagi tidur,” ujar sekuriti JLB itu melalui sambungan telepon kepada Radar Banten, Minggu (15/4).

Ia mengaku, kecepatan mobil standar dan tidak ugal-ugalan. Mobil awalnya berada di sebelah kiri pada jalur dua, namun ketika terguling berpindah ke sebelah kanan, lantaran banting stirnya terlalu kanan. “Saya yang mendapatkan teriakan keras dari penumpang lain ‘awas-awas’, langsung bangun. Saat ini saya masih trauma naik angkutan umum,” tandasnya.

Rizat mengalami luka cukup serius pada kedua lengannya sampai terkilir. “Tangan saya terkilir, dan harus mendapatkan perawatan lumayan lama, bahkan bahu saya juga terbentur kursi depan,” katanya.

Sementara Sentra Informasi dan Komunikasi Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Basuki membenarkan adanya peristiwa tersebut pada Kamis 12 April sekira pukul 00.00 WIB. “Tidak ada kemacetan dalam peristiwa tersebut, karena terjadi pada malam hari,” katanya. Saat proses evakuasi Tol Tanggerang-Merak dilakukan penutupan 10 sampai dengan 15 menit. “Proses evakuasi lancar,” tandasnya. (Adi/RBG)