Ombudsman Gandeng Media Awasi Pelayanan Publik

Ketua Perwakilan Ombudsman Provinsi Banten Dedy Isnan (tengah) beserta jajaran berfoto bersama Pemred Radar Banten Delfion Saputra (empat dari kiri) saat mengunjungi Graha Pena Radar Banten, Kamis (23/1).

SERANG – Ombudsman menilai peran media massa terutama Radar Banten sangat strategis. Apalagi, peranan Radar Banten sebagai media cetak terbesar di Banten bisa membantu dalam mengawasi jika ada pelayanan-pelayanan publik di instansi pemerintah dikeluhkan masyarakat.

Hal itu diungkap Ketua Ombudsman Provinsi Banten Dedy Irsan. “Media terutama Radar Banten juga harus ikut membangun perbaikan pelayanan di Banten,” ujar Dedy didampingi jajarannya saat berkunjung ke Graha Pena Radar Banten, Kamis (23/1).

Kunjungan Ombudsman itu diterima langsung Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra, Dewan Redaksi Radar Banten Ahmad Lutfi, dan Redaktur Pelaksana Radar Banten Aditya Ramadhan.

Dedy mengatakan, pekerjaan rumah di Banten terkait pelayanan publik masih berat. “Cukup banyak persoalan di Banten,” tuturnya.

Namun, dalam satu tahun, jumlah pengaduan ke Ombudsman sekira 130 aduan. Banten berada di posisi tengah di antara provinsi lainnya terkait jumlah aduan. “Saya juga kurang tahu apakah apatis atau tidak tahu harus mengadu ke mana atau malah (masyarakat) tidak mengenal Ombudsman,” ujar Dedy. Padahal, menurut Dedy, semakin banyak pengaduan yang masuk maka semakin bagus. Selain menerima aduan, ia mengatakan, Ombudsman juga bisa melakukan investigasi atas inisiatif sendiri. Namun, lembaga yang baru berdiri di Banten selama 13 tahun ini masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran.

“Padahal yang diurusi banyak, personel kita hanya 15 orang untuk mengurusi aduan satu provinsi,” tuturnya.

Untuk itu, Ombudsman membutuhkan kerja sama dengan media. Tanpa bantuan media massa, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan pelayanan publik.

Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra mengatakan, Ombudsman sebagai lembaga yang menjadi mitra masyarakat harusnya dapat dikenal oleh publik. Apalagi selama ini, masyarakat terlebih kaum milenial suka mengadu terkait pelayanan publik di sosial media ketimbang datang ke Ombudsman. “Padahal dengan mengadu di sosmed, ia tidak mendapatkan solusi,” ujarnya.

Sebagai media, Delfion mengaku, siap bersinergi dan bekerja sama dengan Ombudsman untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Banten.

Redaktur Pelaksana Radar Banten Aditya Ramadhan juga berharap ada sinergisme antara Ombudsman dengan para wartawan. “Bisa saling mengisi dan saling bersinergi. Dengan diekspose melalui media, pengaduan masyarakat juga dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait,” ujar Adit. (nna/air/ira)