Operasional AKAP Tunggu Kemenhub

0
760 views
Suasana sepi terminal tipe A Pakupatan, Kota Serang, Rabu (10/6). Terminal tersebut belum beroperasi sepenuhnya untuk melayani angkutan bus.

SERANG – Operasional bus angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) belum berjalan. Hingga kini, operasional Terminal Pakupatan Kota Serang masih menunggu surat edaran dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pantauan Radar Banten, Rabu (10/6), aktivitas di terminal masih lengang. Beberapa bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota (angkot) terparkir di terminal. Sementara bus AKAP belum terlihat.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Pakupatan Waluyo Dianto mengatakan, masih menunggu arahan dari Kemenhub untuk membuka jalur bagi AKAP. “Insya Allah dalam waktu dekat surat edaran dari kementerian akan diturunkan terkait pembukaan terminal untuk AKAP,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/6).

Hingga kini, kata Waluyo, terminal hanya melayani untuk AKDP dan angkot.

Operasional bus AKAP masih merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah. “Iya, belum beroperasi untuk AKAP,” katanya.

Selain itu, terminal akan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) Kemenhub terkait pelaksanaan new normal. “Sehingga pelayanan terminal harus sesuai dengan SOP dan prosedural terkait protokol kesehatan jelang pembukaan terminal di masa new normal nanti,” terangnya.

Sementara Atang, sopir bus jurusan Kalideres – Merak, mengaku belum mendapatkan kepastian operasional dari pihak PO Bus. “Belum, katanya masih nunggu keputusan pemerintah. Kan ada PSBB di Jakarta,” katanya.

Atang berharap bus dapat segera beroperasi. Sehingga, dapat memberikan nafkah untuk keluarganya. “Susah kalau kayak begini terus mah,” terangnya.

Atang berjanji akan menerapkan protokol kesehatan saat bus diperbolehkan beroperasi kembali. “Saya juga takut. Tapi, mau bagaimana lagi. Ya, harus pakai protokol kesehatan itu,” pungkasnya. (fdr/nda)