Operasional RSUD Kota Serang Tunggu Pengisian Pejabat Struktural

Kadinkes Kota Serang Toyalis menunjukkan kelengkapan fasilitas ruang rawat inap RSUD Kota Serang, di RSUD Kota Serang, Senin (26/3).

SERANG – Pengoperasionalan RSUD Kota Serang yang menjadi salah satu visi misi Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakil Walikota Serang Sulhi menunggu pengisian pejabat struktural. Padahal, kondisi bangunan dan alat kesehatan di RSUD yang berlokasi di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya ini sudah 90 persen siap pakai.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Toyalis mengatakan, apabila belum ada pejabat struktural, rumah sakit tipe C itu belum dapat digunakan. “Meskipun kami sudah punya tenaga medis yang direkrut sebagai pegawai non-ASN, tapi pejabat struktural penting,” ujar Toyalis usai mengunjungi RSUD Kota Serang, Senin (26/3).

Ia mengatakan, apabila sudah ada pejabat maka mereka dapat berbenah dan mengurus izin operasional. Lantaran yang dapat mengurus izin operasional RSUD adalah pejabat struktural rumah sakit. Diuraikan, untuk pejabat struktural setidaknya dibutuhkan setidaknya 12 orang, yang terdiri dari direktur, tiga kepala bidang, dan sembilan kepala seksi.

Kata dia, pembangunan gedung yang dibangun tahun lalu sudah mencapai 90 persen. “Kami tinggal berbenah alat kesehatan saja,” ungkapnya.

Selain ruang poli, ruang inap dengan kapasitas 60 tempat tidur juga siap pakai. Bahkan, ruang laundry dan dapur juga sudah tersedia. Hanya saja, ruang operasi dan unit gawat darurat (UGD) belum tersedia. “Namun, kami memanfaatkan ruangan yang ada untuk UGD sembari menunggu dibangun,” tutur Toyalis. Diketahui, pihaknya mengusulkan anggaran untuk pembuatan UGD, ruang operasi, instalasi pembuangan air limbah (IPAL), dan pembebasan lahan ke Pemprov Banten melalui bantuan keuangan senilai Rp20 miliar. Namun, hingga saat ini, bantuan itu belum dikucurkan Pemprov.

Lantaran belum ada ruang operasi maka IPAL akan dibuat seadanya terlebih dahulu sembari menunggu anggaran dari Pemprov turun. Apabila sudah turun pihaknya langsung membuat IPAL, UGD, dan ruang operasi.

Sementara, tambahnya, untuk obat-obatan pihaknya menunggu tender di LKPP karena pembeliannya menggunakan e-catalog. “Sedangkan biaya operasional untuk RSUD ini kami anggarkan Rp20 miliar selama satu tahun, baik itu untuk gaji maupun belanja lainnya,” ungkap Toyalis.

Untuk menjadi rumah sakit tipe C, ia mengaku masih ada kekurangan seperti ruang rawat inap sebanyak 40 tempat tidur. Lantaran berdasarkan ketentuan, rumah sakit tipe C minimal 100 tempat tidur.

Di atas tanah bengkok seluas 14.700 meter persegi itu, saat ini baru terbangun sekira 4.900 meter persegi untuk tiga gedung. “Kami masih punya banyak lahan untuk pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, pelantikan pejabat RSUD nanti akan dibarengi dengan pejabat lainnya. Meskipun pembahasan sudah rampung dilakukan, tapi pihaknya masih menunggu final drafting.

Apabila sudah rampung, ia mengaku akan meminta izin ke Kementerian Dalam Negeri. “Kalau sudah selesai semuanya baru ada pelantikan,” ujarnya. (Rostinah/RBG)

BAGIKAN