Operasional Rumah Singgah, Tunggu Status PSBB

SERANG – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang beralih fungsi sebagai rumah singgah bagi orang dalam pemantauan (ODP) belum dioperasikan. Operasional Rusunawa itu saat Kota Serang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Diketahui, Pemkot Serang menetapkan Rusunawa yang berlokasi di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen. Dalam refocusing APBD, pemkot Serang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk memenuhi kebutuhan Rusunawa yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tahun 2016.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk menyiapkan Rusunawa menjadi rumah singgah. Alokasi anggaran dilakukan dalam refocusing APBD Kota Serang. “Kita sudah anggaran. Tapi, realisasinya melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Serang,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/5).

Kata Syafrudin, perkembangan kasus Covid-19 di Kota Serang tergolong stagnan atau jalan ditempat.  “Makanya kita siapkan anggarannya. Untuk persiapan apabila Kota Serang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar-red),” katanya.

Hingga kini kata Syafrudin, pihaknya terus memantau perkembangan temuan kasus covid-19. Tujuannya, pada saat kondisi tertentu, pemkot sudah siap menggunakan fasilitas dan penanganannya. “Kita siapkan dulu perencanan semuanya. Termasuk rumah singgah ada anggarannya,” terangnya.

Juru Bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Serang, Hari Pamungkas mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan perkembangan dari Dinas Kesehatan. “Belum ada report lagi dari Dinkes Kota Serang. Tapi secara fisik sih sudah oke, sudah dicek oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP), lalu sudah dapat izin juga dari kementerian. Tinggal Dinkes saja yang menyiapkan sarana dan prasarana,” terangnya.

Hari menegaskan, operasional Rusunawa menunggu status pemberlakuan PSBB. “Kalau lihat dari eskalasi sekarang, penerapan PSBB itu hanya rencana cadangan saja,” katanya.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan, Rusunawa Margaluyu memiliki 4 tower dengan 114 kamar dapat ditempati sebanyak kurang lebih 300 orang. “Mereka nanti bisa pindah ke tower yang paling belakang, rencananya seperti itu. Keseluruhan Rusunawa dapat menampung sekira 300 orang,” pungkasnya. (fdr/nda)