Orang Tua Sakit Hingga Meninggal Jadi Alasan Mudik

0
2422

CILEGON – H-1 Idul Fitri masyarakat yang melakukan perjalanan mudik semakin tinggi. Berbagai alasan digunakan agar bisa lolos dari pos penyekatan.

Kepadatan pemudik terlihat di pos penyekatan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, dari Selasa (11/5) malam hingga Rabu (12/5) dini hari.

Sejumlah pengendara yang melintas, baik sepeda motor maupun mobil diperiksa satu persatu oleh petugas.

Saat ditanyai petugas, banyak masyarakat beralasan mudik karena orang tua sakit. Ada juga yang mengaku orang tuanya meninggal.

Namun, karena tidak menunjukkan persyaratan, seperti surat keterangan, para pemudik itu pun diputar balik oleh petugas.

Edi salah satunya, pria asal Lampung itu mengaku jika orang tuanya meninggal. Dia dari Cikupa, Kabupaten Tangerang melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.

Menurut Edi di pos penyekatan sebelumnya, ia diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan, namun saat di pos penyekatan Gerem, ia diminta untuk kembali ke Cikupa.

“Saya sudah video call, sudah nunjukin jenazahnya juga, tapi tetep diminta putar balik karena gak ada surat,” ujarnya.

Proses penyekatan dikawal langsung oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon seperti Walikota Cilegon Helldy Agustian, Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Miraj, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, dan Dandim Cilegon Lekok Inf Ageng Wahyu Romadhon.

Dalam kesempatan itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian berbincang dengan salah satu masyarakat yang nekat mudik dengan alasan orang tua sakit.

“Yang pertama memang kita melihat tadi anaknya baru enam bulanan dan beliau memang ingin kembali ke Lampung cuma tadi Bicara mengimbau sayangi keluarga,” ujarnya.

Helldy mengajak masyarakat untuk mengikuti arahan dari pemerintah untuk tidak mudik guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. (Bayu Mulyana)