Operasi Zebra Kalimaya pada 2015 di Kota Cilegon.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten terus melakukan sosialisasi ketertiban berlalu lintas kepada masyarakat, terutama kalangan pelajar. Apalagi, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas (lalin) saat ini didominasi oleh pelajar.

“Pihak sekolah juga harus ikut memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang ketertiban lalu lintas,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten AKBP Tri Julianto Djatiutomo saat kunjungan ke redaksi Radar Banten di Graha Pena, Jumat (5/2) lalu. Tri didampingi Wadirlantas AKBP A Zaenudin, Kasat PJR AKBP Syahrial, Kasubdit Dikyasa AKBP Budhi Batara, dan jajaran Ditlantas Polda Banten lainnya. Mereka diterima langsung General Manager (GM) Radar Banten Mashudi dan Koordinator Liputan Amrin Nur.

Tri mengatakan, tingginya pelanggaran lalin yang dilakukan pelajar karena keterbatasan orangtua untuk mengantar dan menjemput anaknya sekolah. Lantaran itu, anak yang belum seharusnya mengendarai kendaraan bermotor, justru difasilitasi. Pelanggaran yang dilakukan pelajar antara lain tidak mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Peningkatan kesadaran lalin bagi para pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab polisi saja, tetapi juga orangtua dan instansi lain.

Untuk itu, saat ini Ditlantas Polda Banten melaksanakan berbagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar dengan melakukan berbagai kegiatan di sekolah. Mulai dari taman lalin bagi para siswa taman kanak-kanak hingga apel besar polisi sahabat anak yang akan dilaksanakan bulan ini. (RBG)