Ormas di Lebak Kecam Penyerangan Terhadap Wiranto

0
330 views

LEBAK – Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Lebak mengecam upaya pembunuhan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10) lalu. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan biadab yang jauh dari rasa kemanusiaan.

Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Lebak Deden Farhan menyatakan, peristiwa penyerangan terhadap Wiranto di Pandeglang telah melukai masyarakat Banten.

Atas nama dan dalih apapun, kekerasan terhadap pejabat negara itu tidak dibenarkan. “GP Ansor menyesalkan aksi penyerangan dan penusukan itu,” kata Deden kepada Radar Banten, Jumat (11/10).

Pria berkacamata ini sependapat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo agar keamanan pejabat negara ditingkatkan. Karena itu, aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan agar penyerangan terhadap pejabat tidak terulang kembali. “Ini untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan terhadap pejabat negara yang sedang menjalankan tugas,” katanya.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Mathlaul Anwar Kabupaten Lebak Pepep Faisaludin menyatakan, PD MA Lebak mengutuk keras tindakan teror dengan maksud menciptakan ketakutan dan instabilitas. Tindakan itu telah melukai seluruh warga MA dan umumnya masyarakat Indonesia yang mendambakan stabilitas keamanan dan kondusivitas di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pepep mengimbau kepada seluruh kader MA untuk tidak terprovokasi dengan ujaran kebencian atau berita bohong. “Menyerahkan seluruh tugas pengusutan dan pengungkapan kepada aparat berwenang dan mengimbau kepada warga MA untuk tidak mengerjakan perbuatan bersenang-senang terhadap penderitaan orang lain,” ungkapnya.

Pepep mendoakan kesembuhan kepada para korban penusukan yang sedang dirawat di rumah sakit. Kepada aparat penegak hukum agar dapat cepat mengungkap motif dan aktor intelektual dari penyerangan tersebut.

“Kami prihatin dengan insiden tersebut. Kejadian ini sungguh keji dan tidak berprikemanusiaan,” kata mantan Ketua DPRD Lebak ini.

Adi Abdillah Marta, Kader kultural MA menambahkan, warga MA berduka atas musibah yang menimpa Menkopolhukam, aparat penegak hukum, dan korban lain yang terluka akibat serangan brutal tersebut.

Untuk itu, dia meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas. “Kami mendoakan para korban cepat pulih. Kejadian di Pandeglang harus menjadi pelajaran bagi semua pihak dan jadi bahan evaluasi aparat keamanan,” katanya. (tur/zis)