Ormas Islam Akan Nobar G30S/PKI di Alun-alun Barat Kota Serang

0
91
Ilustrasi

SERANG – Puluhan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) berencana menggelar nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau lebih dikenal G30S/PKI di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (24/9) malam. Selain itu, kegiatan akan diikuti dengan deklarasi antikomunis.

Ketua FPUIB Zainal Arifin mengatakan, kegiatan menonton film yang disutradarai Arifin C Noer itu bertujuan untuk mengingatkan kembali kekejian yang pernah diperbuat PKI. “Insya Allah nanti Ahad kami akan gelar sebuah kegiatan dengan tema istighotsah dan tablig akbar untuk keselamatan umat Islam dan keutuhan NKRI,” katanya saat menghubungi wartawan, Jumat (22/9).

Kegiatan diawali dengan rangkaian menyambut Tahun Baru Islam dan doa bersama untuk Rohingnya pada pukul 13.00 sampai 17.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan deklarasi antikomunis dan pemutaran film G30S/PKI pada pukul 20.00 WIB. “Ada deklarasi antikomunis,” terangnya.

Seluruh rangkaian kegiatan kemungkinan besar akan diikuti oleh 93 ormas Islam dan pondok pesantren (ponpes). Peserta tersebut merupakan para alumni aksi bela Rohingya yang digelar beberapa waktu lalu di Alun-alun Barat Kota Serang.

“Untuk kegiatan kali ini jumlah peserta lebih banyak dari aksi bela Rohingya. Dalam aksi kemarin sampai ribuan, nah ini lebih banyak lagi,” katanya.

Selain Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, hadir juga imam besar FPI Banten KH Abuya Qurtubi Jaelani. Kehadiran keduanya diharapkan dapat menambah kekhidmatan acara nobar film yang juga produksi Perum Produksi Film Negara (PPFN) Tahun 1984 tersebut. “Yang sudah terkonfirmasi akan hadir adalah imam besar FPI (Front Pembela Islam) Banten KH Abuya Qurtubi Jaelani dan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen,” terangnya.

Peserta yang akan hadir diimbau untuk membawa Alquran dan sajadah serta berpakaian putih. Bagi yang ingin menyumbang untuk Rohingya, pada kegiatan ini juga akan disediakan layanan infak untuk Rohingya. “Siapa saja yang ingin ikut juga diperbolehkan, peserta diharap membawa Alquran dan sajadah. Kemudian peserta juga berpakaian putih, kita putihkan Ibukota Provinsi Banten, Ibukota Seribu Ulama Sejuta Santri,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)