Over Kapasitas, Kejati Bangun Ruang Tahanan

0
1534

SERANG – Pandemi Covid-19 dan over kapasitas Rumah Tahanan Negara (Rutan) mendorong Kejati Banten untuk membangun ruang tahanan sementara. Keberadaan ruang tahanan sementara itu bakal memudahkan pemeriksaan tersangka yang ditahan.

Kajati Banten Asep Nana Mulyana mengakui sulit untuk menitipkan para tersangka ke dalam rutan. Kapasitas dan pandemi Covid-19 menjadi alasannya. Sementara Kejati Banten belum memiliki ruang tahanan.

“Kesulitan kami di lapangan apalagi masa Covid-19, selama ini kami kesulitan untuk menitipkan tahanan,” kata Asep usai peletakan batu pertama pembangunan ruang tahanan sementara di Kejati Banten, Rabu (7/4).

Ruang tahanan sementara ini, sambung Asep, akan membuat pemeriksaan terhadap tersangka yang ditahan lebih efektif.

“Kalau pemeriksaan, kita panggil lagi (tersangka dititipkan-red) ke Kejati, transportasi dan keamanan aksesibilitas mungkin beresiko,” katanya.

Diakui Asep, sejumlah rutan di Banten tidak pernah menolak dititipkan tahanan oleh Kejati Banten. Namun, penerapan persyaratan ketat diterapkan lantaran pandemi Covid-19.

“Banyak syarat ketat dan memang persoalan standarisasi. Jadi ketika kami mau menitipkan tahanan kami, tentu dengan syarat yang ketat,” ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT Krakatau Steel (KS) Silmy Karim mengaku pihaknya membantu pembangunan ruang tahanan Kejati Banten itu sebagai bentuk dukungan agar penanganan perkara berjalan lancar. “Ini bagian kontribusi KS untuk Kejati Banten, bisa lebih baik lagi dalam hal penugasan penegakan hukum,” kata petinggi perusahaan pelat merah itu. (nda)