Pabrik Diperbolehkan Beroperasi Selama PSBB

0
831 views
Meski ada imbauan social distancing, para buruh pabrik di kawasan industri Serang Timur tepatnya di Kibin, Kabupaten Serang, tidak menghiraukan. Selepas kerja, kemarin (27/3) sore, mereka berdesakan keluar pabrik sambil beberapa di antaranya membeli kebutuhan sayur dan jamu.

SERANG – Gubernur Wahidin Halim akhirnya menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Kepgub Nomor 443/Kep 140-Huk/2020 yang ditandatangani pada 15 April 2020 menyebutkan, PSBB di Tangerang Raya dilaksanakan mulai 18 April hingga 3 Mei 2020. Meski sudah menerbitkan Kepgub, namun Gubernur belum menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub).

Kemarin, beredar draf Pergub Nomor 16 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan,  di kalangan jurnalis. Dalam draf Pergub itu disebutkan selama pelaksanaan PSBB, perusahaan pabrik tetap dapat melaksanakan aktivitas atau kegiatan operasional sepanjang melakukan protokol kesehatan.

Pergub Bagian Ketiga tentang pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja, disebutkan pada pasal 9 ayat 2 “Dalam hal ditemukan pekerja/karyawan perusahaan/pabrik positif terpapar Covid-19, maka aktifitas perusahaan dihentikan sementara.”

Hal lain yang diatur dalam draf Pergub tentang Pedoman PSBB di Tangerang Raya, hampir sama dengan Pergub PSBB di DKI Jakarta, yang tampak berbeda ada di Bab VIII tentang sanksi. Bila PSBB Jakarta sanksinya cukup tegas yakni ancaman pidana dan denda. Sementara di draf Pergub PSBB Tangerang Raya, dalam Pasal 31 menyebutkan, pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga Rabu (15/4) malam, draf Pergub yang beredar di grup percakapan WhatsApp jurnalis, terdiri dari 9 bab dan 32 pasal, belum dibubuhkan tandatangan Gubernur Banten.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Hukum Pemprov Banten Agus Mintono mengatakan, Pergub PSBB Tangerang Raya sudah rampung dibahas, tinggal ditandatangani gubernur. “Belum ditandatangani (gubernur),” kata Agus melalu pesan singkat, Selasa (15/4).

Senada, Kepala Diskominfo Banten Eneng Nurcahyati juga menyampaikan hal yang sama.

“Pergubnya belum selesai (belum ditandatangani gubernur),” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku, tetap melakukan sosialisasi meski Pergub PSBB belum diteken gubernur. “Pokoknya sekarang kita coba sosialisasi yang sudah baku dulu. Misalnya jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker kalau ke luar rumah,” ungkapnya.

Begitupun kata Arief. Pemkot sudah melakukan sosialisasi PSBB di tingkat kecamatan dan kelurahan. (den-one-mg-04/alt/ags)