Peletakan batu pertama di PT KS.

CILEGON -Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan, pembangunan pabrik kedua Hot Strip Mill 2 PTKrakatau Steel dinarapkandapat menambah pasokan baja dalam negeri.

Pabrik tersebut akan menambah jumlah produksi baja lembaran panas atau Hot Rolled Coil (HRC) sebanyak 1,5 juta ton per tahun.

Dia berharap ekspansi senilai USD 460 juta atau setara Rp 6,2 triliun ini mampu mengatasi defisit baja nasional. Termasuk mengurangi defisit neraca perdagangan akibat impor baja yang mencapai USD 7,2 miliar pada tahun 2014.

“Perluasan yang dilakukan oleh Krakatau Steel sangat positif dalam mendorong pengembangan kapasitas industri baja di dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/8), usai peletakan batu pertama (groundbreaking) di Cilegon.

Sebagaimana dilansir JawaPos.com, telah dilakukan di proyek yang diperkirakan selesai pada 2019 ini menunjukkan iklim investasi di Indonesia yang kondusif dan berdaya saing.

“Terlebih lagi industri baja merupakan salah satu prioritas dan mutlak diperlukan seiring dengan meningkatnya permintaan akan baja untuk menyokong pengembangan industri otomotif nasional, yang mana Indonesia saat ini merupakan pasar industri otomotif terbesar di ASEAN serta dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur yang semakin menggeliat,” terangnya. (fab/JPG)