Pacari Tiga Gadis, Playboy Asal Pandeglang Nikmati Puluhan Juta Rupiah

0
176
Ketiga korban (berjilbab) saat mengobrol dengan Hariono (duduk di lantai) di Mapolres Serang Kota, Minggu (26/5) malam.

SERANG – Hariono (30) diamankan petugas Satreskrim Polres Serang Kota, Minggu (26/5) malam. Pemuda asal Cadasari, Kabupaten Pandeglang, tersebut diamankan lantaran menipu tiga gadis.

Pelaku mengelabui ketiga korban dengan modus memacarinya terlebih dahulu. Para korban
yang sudah dimabuk asmara oleh pelaku, satu persatu dimintai barang berharga dengan berbagai macam alasan.

“HP (handphone-red) saya ada lima baru semua dikasih sama dia (Hariono-red). Katanya mau ditukerin sama yang baru dan lebih mahal. Sampai sekarang HP-nya enggak tahu kemana. Kerugian saya kalau dijumlahin kira-kira sampai Rp20 juta,” ujar Khairunnisa saat
di Mapolres Serang Kota, Minggu (26/5) malam.

Perempuan yang akrab disapa Nisa itu menceritakan awal perkenalan dengan Hariono. Pada Desember 2018, Hariono meminta pertemanan melalui media sosial (medsos) Facebook. Setelah permintaan pertemananan diterima, Hariono langsung mengajak ngobrol dan meminta nomor ponsel.

Singkat cerita, Hariono langsung mengajak Nisa jalan. Diawal perkenalanan tersebut, Hariono mengaku sebagai pegawai Telkom Serang. “Ngakunya kerja di Telkom Serang. Enggak tahunya dia nganggur,” kata perempuan berusia 20 tahun tersebut.

Saat pertama kenal Hariono layaknya seorang pemuda yang royal. Selalu mentraktir Nisa untuk makan di luar. Setelah beberapa pekan menjalani hubungan pendekatan, Hariono memberikan diri mengutarakan perasaan cinta kepada Nisa. “Saya bilang, saya mau serius, enggak mau pacaran lagi. Dia (Hariono-red) langsung datang ke rumah minta restu ke orangtua (melamar-red),” kata Nisa.

Nisa yang meminta untuk menjalin hubungan yang lebih serius disanggupi oleh Hariono. Bahkan, Hariono siap melamar Nisa pada April 2019. “Pada bulan Maret (2019-red) itu dia (Hariono-red) baru mulai minta HP, cincin emas saya dua gram, kamera DSLR. Itu semua saya kasihkan ke dia di kosan di daerah Kaujon, Kota Serang. Saya percaya saja (ngasih barang-red),” tutur Nisa.

Usai menerima barang milik Nisa, Hariono mulai menghilang. Dia mengaku akan pergi dinas ke daerah Kalimantan. “Saya telepon enggak aktif. Susah dihubungi. Habis itu nyambung. Saya bilang saja saya ikhlas kalau kamu mau membatalin (nikah-red),” kata mahasiswi kesehatan di salah satu kampus di Kota Serang tersebut.

Nisa mengaku melaporkan Hariono ke polisi usai berkomunikasi dengan Winda dan Maria. Kontak kedua perempuan asal Jakarta tersebut didapat Nisa saat melihat ponsel milik Hariono. “Saya curiga liat foto mereka berdua. Fotonya mesra. Makanya saya hubungi keduanya, ternyata mereka juga ditipu,” kata Nisa.

Karena ingin tidak ada korban lagi, Nisa, Winda (22) dan Maria (20) mendatangi Mapolres Serang Kota. Ketiga gadis tersebut minta agar Hariono diproses hukum. “Saya telepon dia (Hariono-red) untuk ajak ketemuan. Ketemunya di kosan dia yang baru di dekat Stasiun Serang itu. Di sana dia ditangkap (polisi-red),” ucap Nisa.

Winda dan Maria mengaku telah melaporkan Hariono ke Mapolsek Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Mei 2019. Winda mengaku ditipu Rp5 juta. Uang tersebut dia transfer ke Hariono karena meminta biaya pengobatan adiknya yang masuk rumah sakit.

Sementara Maria kehilangan sepeda motor Honda Scoopy B 3312 PFJ. “Katanya mau
pinjam sebentar mau ke Indomaret (motor-red). Habis itu dia ngilang,” tutur Maria.

Sementara itu, Hariono mengaku telah mengelabui ketiga korban tersebut. Barang-barang milik ketiga korban telah dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kalau emas di jual di Rangkas. Yang lain ada yang jual COD (bayar di tempat-red),” kata Hariono di Mapolres Serang Kota.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ivan Adhitira menjelaskan, pihaknya tidak memproses kasus tersebut sebab hanya membantu aparat kepolisian dari Polsek Cempaka Putih untuk menangkap pelaku. “Perkaranya bukan dilimpahkan, tapi memang mereka yang tangani (Polsek Cempaka Putih-red). Kami Polres Serang Kota sifatnya hanya membantu saja (menangkap-red),” tutur Ivan. (Fahmi Sai)