Pacu Komikus Lokal Jadi Pengusaha Kreatif 

0
857 views

SUASANA auditorium Universitas Budi Luhur (UBL) Ciledug, Sabtu (19/8) lalu tampak begitu ramai. Ratusan orang tampak serius memperhatikan penjelasan-penjelasan dua orang berkewarganegaraan Jepang.

Ya, pada hari itu, pihak UBL Ciledug menggelar even berupa seminar, kompetisi Manga Online serta Workshop Manga. Dua warga negara Jepang tersebut merupakan narasumber dalam seminar tersebut.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor UBL Ciledug Didik Sulistyanto dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Rocky Prasetyo ini dihadiri oleh ratusan komikus nasional.

Kepala Lab Animasi UBL Ciledug Arief Ruslan menuturkan, seminar internasional perdana ini mengundang dua narasumber dari Jepang, yakni dari Kyoto University dan Meizi University.

Diangkatnya manga sebagai tema seminar dikarenakan terdapat kaitan manga dengan inovasi yang berbasis pada ekonomi kreatif.

”Banyak film kartun yang setiap hari kita nikmati, sebagian besar film kartun tersebut adalah karya anak bangsa. Makanya perlu kita dorong agar ini menjadi ekonomi kreatif,” ujar Arief Ruslan.

Peningkatan perekonomian kreatif ini dapat dijadikan terobosan dalam pencapaian daya saing bangsa. Daya saing tidak hanya dicapai dari science dan teknologi, tapi juga dari hal-hal yang terkait dengan industri kreatif.

”Saat ini komik manga menjadi salah satu komik terpopuler di Indonesia, dan mempunyai penjualan tertinggi pula,” tuturnya.

Arief menilai, banyak para komikus lokal berkarya dengan gaya gambar manga. Hanya saja, kebanyakan belum memiliki kepercayaan diri untuk bersaing.

Ketidak tahuan tentang industri kreatif atau karena tidak memiliki hubungan kerja sama dengan pihak perusahaan penerbitan menjadi kendala bagi para komikus untuk mengembangkan kreasinya. ”Karena itulah Universitas Budi Luhur bekerja sama dengan Meiji University,” imbuh Arief.

Rektor UBL Ciledug Didik Sulistyanto mengatakan, even ini dilaksanakan untuk mendorong peningkatan potensi manga/komik sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif.

”Kenapa angkat manga sebagai seminar internasional? Kaitannya dengan inovasi yang berbasis pada ekonomi kreatif yang saat ini menjadi penting. Banyak film kartun tiap hari kita nikmati, sebagian besar film kartun tersebut adalah karya anak bangsa. Nah kenapa tidak kita coba untuk mengembangkannya,” ujar Didik Sulistyanto.

Ia pun berharap agar ke depan industri komik dan film kartun di Indonesia bisa berkembang pesat sehingga bisa menjadi kebanggaan bangsa. ”Melalui seminar ini kita harapkan menjadi penyemangat bagi para komikus di Indonesia untuk menghasilkan karya yang terbaik, sehingga mampu menghidupkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Selain seminar, kompetisi dan workshop manga, pihak UBL juga menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-72 RI. Beberapa kegiatan dari mulai upacara, berbagai lomba tradisional khas 17-an, sampai lomba kicau mania terbesar di Indonesia yang pertama kali dilaksanakan. (HENDRA SAPUTRA/RBG)